Dalam proses pewarisan sifat, keberadaan alel dominan sangat berperan dalam menentukan karakteristik yang muncul pada keturunan. Alel dominan mampu menekan ekspresi alel resesif sehingga hanya sifat dominan yang tampak pada fenotipe individu heterozigot. Mekanisme ini menjadi dasar dari hukum-hukum pewarisan Mendel.

Interaksi Alel Dominan dan Resesif

Saat terjadi pembuahan, setiap individu menerima satu alel dari masing-masing orang tua. Jika satu alel merupakan dominan dan satunya resesif, maka sifat yang muncul adalah sifat yang dikodekan oleh alel dominan. Interaksi ini disebut sebagai dominansi penuh, namun terdapat pula kasus dominansi tidak penuh dan kodominansi.

Contoh Pewarisan Alel Dominan

Salah satu contoh pewarisan sifat dominan adalah pada manusia, di mana alel untuk rambut keriting lebih dominan dibanding rambut lurus. Jika seseorang mewarisi satu alel rambut keriting dan satu alel rambut lurus, maka rambutnya akan tampak keriting. Contoh lainnya adalah pada golongan darah sistem AB0, di mana alel A dan B bersifat kodominan terhadap alel O.

Implikasi dalam Genetika Populasi

Pemahaman tentang alel dominan sangat penting dalam genetika populasi, karena dapat mempengaruhi distribusi genotipe dan fenotipe dalam suatu populasi. Faktor-faktor seperti mutasi, seleksi alam, dan perkawinan acak juga dapat mempengaruhi frekuensi alel dominan di alam.