Mekanisme Fototaksis
Mekanisme fototaksis melibatkan deteksi cahaya dan pengubahan arah gerak organisme sebagai respon terhadap rangsangan tersebut. Proses ini sangat penting bagi banyak organisme dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Fototaksis dapat diamati pada organisme bersel satu hingga hewan multiseluler.
Deteksi Cahaya
Organisme memiliki reseptor cahaya yang mendeteksi intensitas dan arah datangnya cahaya. Pada bakteri dan alga, reseptor ini berupa protein sensitif cahaya, sedangkan pada hewan lebih kompleks dengan adanya struktur seperti mata.
Transduksi Sinyal dan Gerakan
Setelah cahaya terdeteksi, sinyal diteruskan ke sistem pengendali gerak, seperti flagela atau otot. Pada Euglena, perubahan arah flagela menyebabkan organisme bergerak menuju atau menjauhi cahaya.
Pengaruh Lingkungan
Faktor-faktor seperti intensitas cahaya, suhu, dan ketersediaan nutrisi dapat mempengaruhi efektivitas mekanisme fototaksis. Studi mekanisme ini berkontribusi dalam pemahaman neurobiologi dan bioteknologi.