Jump to content

Mekanisme Adaptasi Xerofit

From Wiki Berbudi

Tumbuhan xerofit dikenal karena kemampuannya bertahan hidup di lingkungan yang sangat kering. Adaptasi yang dimiliki oleh tumbuhan ini merupakan hasil evolusi panjang agar bisa bertahan menghadapi kekurangan air. Berbagai mekanisme adaptasi membuat xerofit mampu bertahan di tempat yang tidak dapat dihuni oleh tumbuhan biasa.

Adaptasi Morfologi

Xerofit memiliki berbagai adaptasi morfologi, seperti daun yang kecil atau berubah menjadi duri, batang yang tebal dan mampu menyimpan air, serta permukaan daun yang dilapisi oleh kutikula tebal. Adaptasi morfologi ini bertujuan untuk mengurangi penguapan dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Adaptasi Fisiologi

Selain morfologi, xerofit juga menunjukkan adaptasi fisiologis seperti fotosintesis tipe CAM (Crassulacean Acid Metabolism) dan penutupan stomata pada siang hari. Adaptasi ini membantu mengurangi kehilangan air melalui proses respirasi dan transpirasi.

Contoh Adaptasi pada Berbagai Spesies

Spesies seperti Opuntia (kaktus) dan Agave menunjukkan adaptasi yang berbeda-beda, tetapi dengan tujuan yang sama, yaitu bertahan hidup di lingkungan dengan sedikit air. Adaptasi ini menjadi contoh nyata bagaimana tumbuhan dapat menyesuaikan diri dengan habitat yang tidak ramah.