Low-Fidelity dan High-Fidelity Prototype
Dalam proses desain interaksi, dikenal dua jenis prototype, yaitu low-fidelity dan high-fidelity. Low-fidelity prototype adalah model sederhana yang biasanya dibuat dari kertas atau bahan murah untuk menguji ide awal. Sedangkan high-fidelity prototype merupakan model yang mendekati produk akhir, baik dari segi tampilan maupun fungsionalitas.
Karakteristik Low-Fidelity Prototype
Low-fidelity prototype mudah dibuat dan dimodifikasi. Model ini cocok untuk tahap awal pengembangan, di mana ide-ide masih dieksplorasi. Pengujian dengan low-fidelity prototype lebih fokus pada alur kerja dan interaksi dasar.
Karakteristik High-Fidelity Prototype
High-fidelity prototype dibuat dengan detail tinggi menggunakan perangkat lunak atau alat canggih. Model ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi seperti menggunakan produk final. Pengujian high-fidelity prototype biasanya dilakukan untuk memperoleh umpan balik yang lebih akurat mengenai pengalaman pengguna.
Kapan Menggunakan Masing-masing Prototype
Low-fidelity prototype digunakan pada fase eksplorasi ide, sementara high-fidelity prototype digunakan pada tahap validasi sebelum produksi. Menggabungkan kedua jenis prototype dalam proses pengembangan produk dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek.