Jump to content

Loss Aversion

From Wiki Berbudi

Loss aversion adalah fenomena psikologis di mana kerugian dirasakan lebih menyakitkan dibandingkan perolehan keuntungan dengan jumlah yang sama. Konsep ini merupakan salah satu penemuan penting dalam ekonomi perilaku dan berlawanan dengan asumsi rasionalitas dalam ekonomi klasik. Loss aversion banyak memengaruhi pengambilan keputusan keuangan, investasi, dan perilaku sehari-hari.

Sejarah dan Penelitian Penting

Loss aversion pertama kali dijelaskan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky dalam prospect theory. Mereka menemukan bahwa orang cenderung menghindari kerugian lebih kuat daripada mengejar keuntungan, sehingga sering membuat keputusan konservatif.

Dampak dalam Keputusan Ekonomi

Loss aversion memengaruhi perilaku di pasar keuangan, seperti enggan menjual saham yang merugi, atau pengambilan asuransi berlebihan. Dalam pemasaran, penjual juga memanfaatkan loss aversion dengan menekankan potensi kerugian jika konsumen tidak membeli produk.

Implikasi untuk Kebijakan Publik

Pemerintah dapat memanfaatkan loss aversion dalam merancang kebijakan publik, seperti memberikan insentif berbasis pengurangan kerugian jika masyarakat tidak mengikuti program kesehatan atau lingkungan.