La Nina adalah fenomena iklim yang ditandai dengan penurunan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik bagian tropis. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari El Nino, dan sering kali mempengaruhi pola cuaca global, termasuk curah hujan, suhu, serta pola angin di berbagai belahan dunia. Dampak La Nina biasanya terasa paling kuat di kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Selatan.

Karakteristik La Nina

La Nina terjadi ketika angin pasat yang bertiup dari timur ke barat di sepanjang ekuator menguat, sehingga menyebabkan akumulasi air laut yang lebih dingin di bagian timur Pasifik. Hal ini berdampak pada distribusi suhu dan tekanan udara di atmosfer. La Nina cenderung berlangsung antara 9 bulan hingga 2 tahun, dan bisa memicu perubahan iklim ekstrem di banyak wilayah.

Pengaruh Global

Fenomena La Nina sering dikaitkan dengan peningkatan curah hujan di Indonesia, Australia, dan sebagian Amerika Selatan, serta kekeringan di wilayah barat Amerika Serikat. Selain itu, La Nina juga dapat memperkuat musim hujan di beberapa daerah, meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

Hubungan dengan ENSO

La Nina merupakan bagian dari sistem ENSO (El Nino Southern Oscillation), yaitu siklus alami yang mempengaruhi kondisi iklim global melalui interaksi kompleks antara atmosfer dan lautan. Siklus ini sangat penting untuk dipahami dalam konteks perubahan iklim dan peramalan cuaca jangka panjang.