Jump to content

Kloning Reproduktif

From Wiki Berbudi

Kloning reproduktif adalah proses menciptakan organisme baru yang identik secara genetik dengan organisme asalnya. Teknologi ini telah banyak dikembangkan dalam dunia bioteknologi dan sering menjadi bahan diskusi terkait manfaat serta risikonya. Melalui kloning reproduktif, hewan bahkan tanaman dapat diduplikasi dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

Proses Kloning Reproduktif

Pada umumnya, kloning reproduktif dilakukan melalui teknik transfer inti sel somatik (SCNT). Prosedur ini melibatkan pemindahan inti dari sel tubuh ke sel telur yang telah dihilangkan inti aslinya, kemudian dipicu agar berkembang menjadi embrio.

Aplikasi dalam Ilmu Pengetahuan

Kloning reproduktif banyak digunakan dalam penelitian hewan, pelestarian spesies langka, dan produksi hewan ternak dengan sifat unggul. Contohnya adalah kloning sapi atau domba yang memiliki sifat genetik tertentu, sehingga dapat mempercepat perbaikan kualitas populasi hewan ternak.

Isu Etika dan Regulasi

Praktik kloning reproduktif pada manusia menuai kontroversi besar. Banyak negara melarang kloning manusia karena alasan etika, moral, dan risiko kesehatan. Selain itu, risiko kegagalan dan abnormalitas pada kloning juga menjadi perhatian utama dalam dunia bioetika.