Kelas 5 : Majas
Majas adalah gaya bahasa indah yang digunakan untuk menyajikan pesan, ide, atau perasaan secara imajinatif dan kiasan. Majas membuat sebuah kalimat atau karya sastra (seperti puisi dan cerita) menjadi lebih hidup, menarik, dan berwarna.
Di kelas 5 Sekolah Dasar (SD), kita akan mempelajari tiga majas dasar yang paling sering digunakan, yaitu:
- Majas Metafora
- Majas Personifikasi
- Majas Hiperbola
Jenis-Jenis Majas dan Contohnya
1. Majas Metafora
Majas Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding (seperti seperti, laksana, atau bagaikan). Majas ini menggabungkan dua kata untuk membentuk makna kiasan baru.
Contoh-Contoh Majas Metafora
- Raja siang mulai menyinari bumi di pagi hari. (Raja siang = matahari)
- Perpustakaan adalah tempat bagi para kutu buku. (Kutu buku = orang yang gemar membaca)
- Ayah membawa buah tangan setelah pulang dari luar kota. (Buah tangan = oleh-oleh)
- Anak itu menjadi anak emas guru karena kejujurannya. (Anak emas = anak kesayangan)
- Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. (Kepala dingin = tenang/tidak emosi)
- Raditya dikenal sebagai bintang lapangan dalam pertandingan sepak bola kemarin. (Bintang lapangan = pemain terbaik)
- Ibu menyirami kembang desa yang ada di taman halaman rumah. (Kembang desa = wanita tercantik di desa)
- Masalah itu akhirnya dibawa ke meja hijau. (Meja hijau = pengadilan)
- Pemuda itu gugur sebagai pahlawan bangsa. (Pahlawan bangsa = orang yang berjasa besar)
- Jangan sampai kita menjadi orang yang panjang tangan. (Panjang tangan = suka mencuri)
2. Majas Personifikasi
Majas Personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat, perilaku, atau kemampuan seperti manusia (bisa bergerak, berbicara, menari, bernyanyi, dll).
Contoh-Contoh Majas Personifikasi
- Angin malam berbisik lembut menenangkan hatinya.
- Nyiur di pantai melambai-lambai menyambut kedatangan para wisatawan.
- Pena itu menari-nari di atas kertas putih saat Budi menulis puisi.
- Matahari pagi tersenyum ramah menyapa kita semua.
- Ombak menggulung dan berlari-lari mengejar tepi pantai.
- Bel sekolah menjerit menandakan waktu istirahat telah tiba.
- Petir menyambar dan berteriak keras di tengah hujan deras.
- Rumput menggoyang-goyangkan tubuhnya tertiup angin sore.
- Waktu terus berjalan tanpa mau menunggu siapa pun.
- Sang surya bersembunyi di balik awan hitam.
3. Majas Hiperbola
Majas Hiperbola adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, membesar-besarkan fakta, atau dibuat lebih hebat dari kenyataan sebenarnya dengan tujuan memberikan kesan dramatis.
Contoh-Contoh Majas Hiperbola
- Suara teriakan pemandu sorak itu menggelegar membelah angkasa.
- Ayah membanting tulang demi membiayai sekolah anak-anaknya.
- Ibu mencucurkan air mata darah melihat adiknya yang terbaring sakit.
- Tangisan bayi itu memecahkan keheningan malam.
- Harga kebutuhan pokok saat ini melambung tinggi ke langit.
- Saya sudah memanggilmu sejuta kali, tetapi kamu tidak mendengar.
- Senyuman manisnya mampu meluluhkan hati yang sekeras batu.
- Berita duka itu menyambar bagaikan petir di siang bolong.
- Larinya sangat cepat secepat kilat.
- Rasa rinduku pada kampung halaman seluas samudera.
Rangkuman Perbandingan
| Jenis Majas | Ciri Utama | Contoh Singkat |
|---|---|---|
| Metafora | Membandingkan langsung tanpa kata pembanding (ungkapan kiasan). | Ayah membawa buah tangan. |
| Personifikasi | Benda mati bertindak seolah-olah seperti manusia. | Angin berbisik di malam hari. |
| Hiperbola | Mengungkapkan sesuatu secara sangat berlebihan. | Suaranya menggelegar membelah angkasa. |
Latihan Soal Ringkas
Tentukan jenis majas pada kalimat-kalimat di bawah ini!
- Seruling bambu itu bernyanyi merdu di tengah malam. → (Majas Personifikasi)
- Ibu memasak dengan penuh kasih untuk si buah hati. → (Majas Metafora)
- Keringatnya mengucur deras seperti air terjun. → (Majas Hiperbola)