Lompat ke isi

Kalimat Pasif Bahasa Inggris (Passive Voice)

Dari Wiki Berbudi

Kalimat pasif dalam bahasa Inggris, atau yang dikenal sebagai Passive Voice, merupakan salah satu konstruksi tata bahasa yang memungkinkan penekanan pada objek dari suatu tindakan daripada pelaku tindakan itu sendiri. Dalam kalimat aktif, subjek melakukan tindakan, sedangkan dalam kalimat pasif, subjek menerima tindakan. Pergeseran fokus ini sering kali digunakan untuk memberikan penekanan yang berbeda pada informasi, untuk menjaga netralitas, atau ketika pelaku tindakan tidak diketahui atau tidak penting. Memahami kapan dan bagaimana menggunakan kalimat pasif secara efektif adalah keterampilan penting dalam penguasaan bahasa Inggris, baik dalam tulisan maupun percakapan.

Struktur Kalimat Pasif

Inti dari pembentukan kalimat pasif terletak pada penggunaan bentuk dari kata kerja bantu to be yang diikuti oleh past participle dari kata kerja utama. Kata kerja bantu 'to be' berubah sesuai dengan kala (tense) kalimat. Sementara itu, past participle (bentuk ketiga dari kata kerja) tetap sama untuk semua subjek.

Contoh sederhana dalam Present Simple Tense:

  • Kalimat Aktif: The cat chases the mouse.
  • Kalimat Pasif: The mouse is chased by the cat.

Dalam contoh ini, 'mouse' (objek dalam kalimat aktif) menjadi subjek dalam kalimat pasif. Kata kerja bantu 'is' (bentuk present simple dari 'to be') digunakan, diikuti oleh 'chased' (past participle dari 'chase').

Pembentukan Kalimat Pasif Berdasarkan Kala (Tense)

Kalimat pasif dapat dibentuk untuk hampir semua kala dalam bahasa Inggris, namun beberapa kala lebih umum digunakan daripada yang lain.

Present Simple

  • Kalimat Aktif: John eats an apple.
  • Kalimat Pasif: An apple is eaten by John.

Present Continuous

  • Kalimat Aktif: The team is building a new bridge.
  • Kalimat Pasif: A new bridge is being built by the team.

Past Simple

  • Kalimat Aktif: She wrote a letter.
  • Kalimat Pasif: A letter was written by her.

Past Continuous

  • Kalimat Aktif: They were discussing the plan.
  • Kalimat Pasif: The plan was being discussed by them.

Present Perfect

  • Kalimat Aktif: He has finished the report.
  • Kalimat Pasif: The report has been finished by him.

Past Perfect

  • Kalimat Aktif: We had already sent the invitation.
  • Kalimat Pasif: The invitation had already been sent by us.

Future Simple (will)

  • Kalimat Aktif: The company will launch a new product.
  • Kalimat Pasif: A new product will be launched by the company.

Future Perfect

  • Kalimat Aktif: By next year, they will have completed the construction.
  • Kalimat Pasif: By next year, the construction will have been completed by them.

Penggunaan Klausa "by + pelaku"

Dalam kalimat pasif, pelaku tindakan (agen) dapat disebutkan dengan menggunakan klausa yang diawali oleh preposisi 'by'. Klausa ini bersifat opsional dan sering kali dihilang jika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau sudah jelas dari konteksnya.

Contoh:

  • The Mona Lisa was painted by Leonardo da Vinci. (Pelaku disebutkan)
  • The window was broken. (Pelaku tidak disebutkan, fokus pada kejadian pecahnya jendela)

Kapan Menggunakan Kalimat Pasif

Ada beberapa situasi di mana penggunaan kalimat pasif lebih disukai daripada kalimat aktif:

  1. Ketika pelaku tindakan tidak diketahui.
  2. Ketika pelaku tindakan tidak penting atau tidak relevan.
  3. Ketika ingin menekankan objek tindakan daripada pelaku.
  4. Dalam penulisan ilmiah atau teknis untuk menjaga objektivitas dan formalitas.
  5. Untuk menyembunyikan pelaku tindakan secara sengaja.
  6. Ketika urutan kejadian lebih penting daripada siapa yang melakukannya.

Perbandingan dengan Kalimat Aktif

Perbedaan mendasar antara kalimat aktif dan pasif terletak pada fokus. Kalimat aktif bersifat langsung dan berfokus pada siapa atau apa yang melakukan tindakan. Sebaliknya, kalimat pasif lebih tidak langsung dan berfokus pada apa yang terjadi pada objek.

Kalimat Aktif: The scientist discovered a new planet. (Fokus pada ilmuwan) Kalimat Pasif: A new planet was discovered by the scientist. (Fokus pada penemuan planet)

Kalimat Pasif dalam Berbagai Konteks

Penggunaan kalimat pasif bervariasi tergantung pada konteksnya. Dalam berita, kalimat pasif sering digunakan untuk melaporkan kejadian tanpa harus menyebutkan pihak yang bertanggung jawab secara langsung, misalnya, "A robbery occurred last night."

Dalam literatur ilmiah, kalimat pasif membantu menciptakan nada yang objektif dan impersonal. Misalnya, "The samples were analyzed using a mass spectrometer."

Dalam percakapan sehari-hari, kalimat pasif dapat digunakan untuk menghindari menyalahkan seseorang atau untuk sopan santun, seperti, "Your car has been washed."

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Kalimat Pasif

Salah satu kesalahan umum adalah penggunaan kalimat pasif secara berlebihan, yang dapat membuat tulisan terdengar kaku, bertele-tele, dan kurang dinamis. Terlalu banyak menggunakan kalimat pasif juga dapat membuat pembaca bingung mengenai siapa sebenarnya yang melakukan tindakan.

Kesalahan lain adalah membentuk kalimat pasif yang tidak tepat, misalnya dengan melupakan kata kerja bantu 'to be' atau menggunakan bentuk kata kerja yang salah.

Struktur Kalimat Pasif dengan Modal Verb

Modal verb seperti 'can', 'could', 'should', 'may', 'might', 'must', dan 'will' juga dapat digunakan dalam kalimat pasif. Strukturnya adalah: Modal Verb + be + past participle.

Contoh:

  • Kalimat Aktif: You can solve this problem.
  • Kalimat Pasif: This problem can be solved by you.

Kalimat Pasif dengan "Get"

Dalam bahasa Inggris percakapan, kata kerja 'get' terkadang digunakan sebagai pengganti 'be' dalam membentuk kalimat pasif, terutama untuk menyatakan suatu perubahan atau kejadian yang tidak diinginkan.

Contoh:

  • I got hurt yesterday. (Saya terluka kemarin.)
  • The car got stolen. (Mobil itu dicuri.)

Namun, penggunaan 'get' dalam kalimat pasif umumnya dianggap kurang formal daripada penggunaan 'be'.

Peran Kalimat Pasif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Memahami kalimat pasif sangat penting bagi pelajar bahasa Inggris karena memungkinkan mereka untuk:

  1. Membaca dan memahami teks yang menggunakan berbagai gaya penulisan.
  2. Berkomunikasi dengan lebih fleksibel dengan pilihan struktur kalimat yang beragam.
  3. Meningkatkan akurasi tata bahasa mereka.
  4. Menyesuaikan gaya penulisan mereka dengan tujuan komunikasi yang berbeda.

Kesimpulan

Kalimat pasif adalah alat tata bahasa yang kuat yang, ketika digunakan dengan benar, dapat memperkaya ekspresi dan meningkatkan kejelasan dalam komunikasi berbahasa Inggris. Meskipun kalimat aktif sering kali lebih langsung, pemahaman dan penguasaan kalimat pasif membuka berbagai kemungkinan dalam menyampaikan informasi dan mempertahankan nada yang sesuai dengan konteks.