Jensen Huang
Jensen Huang, yang memiliki nama lengkap Jen-Hsun Huang, adalah seorang pengusaha dan insinyur teknologi kelahiran Taiwan yang dikenal sebagai salah satu pendiri dan CEO Nvidia, sebuah perusahaan multinasional yang terkenal dengan pengembangan unit pemrosesan grafis (GPU) dan teknologi komputasi visual. Huang telah memimpin Nvidia sejak didirikannya pada tahun 1993 dan berperan penting dalam membawa perusahaan tersebut menjadi salah satu pemimpin di bidang kecerdasan buatan dan komputasi kinerja tinggi. Di bawah kepemimpinannya, Nvidia telah berkembang dari produsen chip grafis untuk permainan video menjadi perusahaan teknologi yang mempengaruhi berbagai industri, termasuk otomotif, kesehatan, dan pusat data.
Kehidupan awal
Jensen Huang lahir pada 17 Februari 1963 di Tainan, Taiwan, sebelum keluarganya pindah ke Amerika Serikat ketika ia masih kecil. Ia dibesarkan di Oneida, Kentucky, dan kemudian di Oregon. Saat remaja, Huang menunjukkan minat besar pada ilmu komputer dan teknik elektro, yang kelak membawanya pada jalur karier di bidang teknologi. Lingkungan barunya di Amerika memungkinkannya mengakses pendidikan yang lebih maju dan membentuk pandangannya terhadap inovasi.
Huang menempuh pendidikan menengah di Aloha High School di Oregon. Di sekolah tersebut, ia dikenal sebagai siswa yang berprestasi dan aktif dalam kegiatan akademik. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting yang mendorongnya untuk mengejar pendidikan tinggi di bidang teknik.
Pendidikan
Setelah lulus SMA, Huang melanjutkan pendidikannya di Oregon State University dan meraih gelar sarjana di bidang teknik elektro. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Stanford University, di mana ia mendapatkan gelar Master di bidang yang sama. Pendidikan teknis yang ia peroleh memberinya landasan kokoh dalam bidang rancangan perangkat keras dan perangkat lunak.
Pengalaman akademisnya di Stanford juga memperkenalkannya pada jejaring profesional yang kelak membantu dalam pendirian Nvidia. Ia banyak mempelajari teknologi semikonduktor dan pemrosesan paralel yang menjadi fondasi pengembangan GPU modern.
Karier awal
Sebelum mendirikan Nvidia, Huang bekerja di LSI Logic dan Advanced Micro Devices (AMD). Di kedua perusahaan ini, ia terlibat dalam desain chip dan pengembangan arsitektur pemrosesan. Pengalaman tersebut memberinya wawasan mendalam tentang industri semikonduktor dan peluang untuk inovasi.
Huang dikenal sebagai sosok yang visioner dan berani mengambil risiko. Ia melihat bahwa industri grafis komputer memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya di bidang permainan video, tetapi juga di bidang lain seperti desain industri dan simulasi ilmiah.
Pendirian Nvidia
Pada tahun 1993, bersama dengan Chris Malachowsky dan Curtis Priem, Huang mendirikan Nvidia Corporation. Tujuan awal mereka adalah mengembangkan prosesor grafis yang lebih canggih untuk pasar permainan video yang sedang berkembang pesat. Huang mengambil peran sebagai CEO sejak awal dan memimpin strategi perusahaan.
Langkah awal Nvidia adalah merilis produk RIVA series, yang kemudian diikuti oleh peluncuran seri GeForce, salah satu lini GPU paling terkenal di dunia. Huang juga memimpin transisi Nvidia ke bidang-bidang baru seperti komputasi GPU untuk kecerdasan buatan dan machine learning.
Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan Huang dikenal energik, inovatif, dan fokus pada visi jangka panjang. Ia sering tampil dalam acara peluncuran produk Nvidia, mengenakan jaket kulit hitam yang menjadi ciri khasnya. Di bawah kepemimpinannya, Nvidia telah mengakuisisi beberapa perusahaan untuk memperluas portofolio teknologinya.
Beberapa akuisisi penting di bawah kepemimpinan Huang antara lain:
- Akuisisi 3dfx Interactive pada tahun 2000
- Akuisisi Mellanox Technologies pada tahun 2019
- Akuisisi Arm Holdings (diumumkan pada 2020, namun kemudian dibatalkan pada 2022)
Inovasi teknologi
Huang mendorong Nvidia untuk memimpin dalam pengembangan teknologi GPU yang mendukung deep learning, virtual reality, dan komputasi awan. GPU Nvidia kini digunakan secara luas di pusat data, superkomputer, dan kendaraan otonom.
Salah satu terobosan signifikan adalah arsitektur CUDA (Compute Unified Device Architecture), yang memungkinkan GPU digunakan untuk komputasi umum di luar grafis. Teknologi ini telah menjadi standar industri untuk pemrosesan paralel.
Pengaruh di industri
Di bawah kepemimpinan Huang, Nvidia bukan hanya menjadi produsen GPU, tetapi juga pemain utama di bidang AI dan komputasi awan. Perusahaan ini bekerja sama dengan berbagai industri, mulai dari otomotif hingga perawatan kesehatan.
Huang juga aktif mendorong kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset untuk mempercepat pengembangan teknologi baru. Ia percaya bahwa sinergi antara industri dan akademisi adalah kunci inovasi.
Penghargaan
Jensen Huang telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya di bidang teknologi, termasuk:
- Masuk daftar "100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia" versi Time (2021)
- Penghargaan Dr. Morris Chang Exemplary Leadership Award dari Semiconductor Industry Association (2021)
- Penghargaan Robert N. Noyce Award (2021)
Kehidupan pribadi
Huang menikah dengan Lori Huang, yang juga lulusan Oregon State University. Pasangan ini dikenal mendukung berbagai kegiatan filantropi, termasuk donasi besar kepada institusi pendidikan.
Ia memiliki dua anak dan tinggal di California. Di waktu luangnya, Huang dikenal menyukai olahraga tenis meja dan membaca buku.
Filantropi
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pendidikan dan penelitian, Huang dan istrinya telah menyumbangkan jutaan dolar ke universitas dan lembaga penelitian. Salah satu sumbangan terbesar adalah ke Oregon State University untuk membangun fasilitas teknik baru.
Huang juga mendukung program beasiswa bagi mahasiswa teknik yang kurang mampu secara finansial, terutama bagi mereka yang memiliki minat di bidang chip dan komputasi.
Warisan dan pengaruh
Jensen Huang dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi modern. Visi dan kepemimpinannya telah mengubah Nvidia menjadi pionir dalam berbagai bidang teknologi masa depan.
Kontribusinya tidak hanya berdampak pada industri teknologi, tetapi juga pada bagaimana masyarakat memanfaatkan komputasi kinerja tinggi untuk memecahkan masalah kompleks, mulai dari penelitian ilmiah hingga pengembangan kendaraan otonom.