Jump to content

Jenis-Jenis Ragi Tempe

From Wiki Berbudi

Dalam pembuatan tempe, dikenal beberapa jenis ragi tempe yang berbeda berdasarkan sumber, komposisi, dan metode produksinya. Pemilihan jenis ragi yang tepat sangat penting untuk menghasilkan tempe dengan kualitas yang diinginkan. Setiap jenis ragi memiliki karakteristik tersendiri yang memengaruhi hasil fermentasi.

Ragi Tempe Tradisional

Ragi tradisional biasanya dibuat secara alami dengan memanfaatkan sisa tempe matang, dedaunan, dan tepung beras. Jenis ragi ini masih banyak digunakan di daerah pedesaan karena mudah dibuat dan tidak memerlukan alat khusus. Namun, hasilnya sering kali tidak konsisten karena adanya variasi mikroorganisme di lingkungan sekitar.

Ragi Tempe Komersial

Saat ini, ragi tempe komersial lebih banyak digunakan oleh produsen tempe di perkotaan. Ragi ini diproduksi secara higienis di pabrik dengan komposisi utama berupa spora Rhizopus oligosporus dan bahan pengisi yang sudah terstandarisasi. Keuntungan menggunakan ragi komersial adalah hasil fermentasi yang lebih stabil dan kualitas tempe yang lebih baik.

Ragi Tempe Cair dan Bubuk

Ragi tempe tersedia dalam bentuk cair maupun bubuk. Ragi bubuk lebih mudah disimpan dan didistribusikan, sedangkan ragi cair biasanya digunakan untuk produksi skala besar. Kedua bentuk ragi ini memiliki masa simpan dan cara aplikasi yang berbeda, sehingga pengguna harus menyesuaikan dengan kebutuhan produksinya.