Jari-jari van der Waals adalah ukuran yang menggambarkan jarak minimum antara dua atom yang tidak terikat secara kimia namun saling berinteraksi melalui gaya van der Waals. Ukuran ini sangat penting untuk memahami interaksi antar molekul non-ikatan dalam zat padat, cair, dan gas. Jari-jari ini juga berperan dalam menentukan sifat fisik dan kimia berbagai bahan.

Definisi Jari-jari van der Waals

Konsep ini diambil dari Johannes Diderik van der Waals, seorang fisikawan yang meneliti gaya tarik-menarik lemah antar molekul. Jari-jari van der Waals didefinisikan sebagai setengah jarak terdekat antara inti dua atom dari molekul berbeda yang tidak saling berikatan, namun tetap mengalami gaya tarik-menarik lemah.

Pengukuran dan Nilai

Nilai jari-jari van der Waals biasanya diperoleh melalui eksperimen menggunakan struktur kristal atau metode difraksi. Nilainya lebih besar dibandingkan jari-jari kovalen atau ionik, karena tidak ada ikatan yang mengikat atom-atom tersebut secara langsung.

Peran dalam Struktur dan Sifat Material

Jari-jari ini sangat penting dalam memahami struktur DNA, susunan protein, dan sifat material seperti grafit. Gaya van der Waals dan jari-jari terkait berpengaruh pada titik leleh, titik didih, dan kelarutan banyak senyawa organik dan anorganik.