Isoterm Langmuir merupakan salah satu model isoterm adsorpsi yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan proses adsorpsi pada permukaan padatan. Model ini dikembangkan oleh Irving Langmuir pada tahun 1916 dan menjadi dasar teori modern tentang adsorpsi.

Dasar Teori

Isoterm Langmuir didasarkan pada asumsi bahwa permukaan adsorben homogen dan setiap situs adsorpsi hanya dapat ditempati oleh satu molekul. Tidak terjadi interaksi antar molekul yang teradsorpsi, dan adsorpsi terjadi dalam satu lapisan (monolayer). Model ini sangat cocok untuk sistem sederhana seperti adsorpsi gas pada permukaan karbon aktif.

Persamaan Langmuir

Persamaan Langmuir dinyatakan sebagai: \( q = \frac{q_{max} K C}{1 + K C} \), di mana \(q\) adalah jumlah zat teradsorpsi, \(q_{max}\) adalah kapasitas maksimum adsorpsi, \(K\) adalah konstanta Langmuir, dan \(C\) adalah konsentrasi zat di larutan. Persamaan ini sangat berguna dalam analisis data eksperimen adsorpsi.

Kegunaan dan Keterbatasan

Model Langmuir sering digunakan dalam desain sistem pengolahan air dan udara. Namun, model ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan adsorpsi pada permukaan yang heterogen atau sistem dengan adsorpsi multilayer, sehingga isoterm lain seperti Freundlich atau BET kadang lebih sesuai untuk kasus tertentu.