Hubungan Eosinofil dengan Penyakit Autoimun
Eosinofil tidak hanya terlibat dalam infeksi dan alergi, tetapi juga berperan dalam beberapa penyakit autoimun. Keterlibatan eosinofil dalam penyakit autoimun menjadi perhatian khusus dalam penelitian imunologi modern.
Mekanisme Keterlibatan
Pada beberapa kondisi autoimun, eosinofil berkontribusi dalam kerusakan jaringan melalui pelepasan mediator inflamasi. Hal ini dapat memperparah inflamasi dan mempercepat progresivitas penyakit.
Contoh Penyakit Autoimun
Beberapa penyakit autoimun yang diketahui melibatkan eosinofil antara lain lupus eritematosus sistemik, skleroderma, dan vasculitis. Pada penyakit-penyakit ini, jumlah dan aktivitas eosinofil sering meningkat di jaringan yang mengalami inflamasi.
Implikasi Terapeutik
Pemahaman tentang peran eosinofil dalam penyakit autoimun membuka peluang pengembangan terapi yang menargetkan eosinofil atau mediator yang dihasilkannya, seperti penggunaan antibodi monoklonal terhadap IL-5.