Faktor Risiko Emfisema
Emfisema merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang memiliki faktor risiko tertentu. Penyakit ini kerap ditemukan pada orang dewasa dan lansia, namun pada kasus khusus dapat terjadi pada usia muda. Mengenali faktor risiko dapat membantu dalam upaya pencegahan.
Merokok dan Paparan Zat Berbahaya
Merokok adalah faktor risiko utama terjadinya emfisema. Zat kimia dalam asap rokok dapat merusak jaringan paru secara perlahan. Selain merokok, paparan terhadap polusi udara, zat kimia berbahaya, dan debu industri juga meningkatkan kemungkinan seseorang terkena emfisema.
Faktor Genetik
Selain faktor lingkungan, faktor genetik juga berperan dalam perkembangan emfisema. Kekurangan alfa-1 antitripsin adalah kondisi bawaan yang dapat menyebabkan emfisema meski tanpa paparan zat berbahaya dari luar. Pemeriksaan genetik dapat diperlukan pada kasus-kasus tertentu.
Usia dan Jenis Kelamin
Risiko emfisema meningkat seiring bertambahnya usia, karena proses penuaan menyebabkan penurunan elastisitas jaringan paru. Laki-laki secara statistik lebih rentan terkena emfisema, meski angka kejadian pada perempuan terus meningkat seiring perubahan pola merokok.