Eksotoksin Tetanus: Sifat dan Dampaknya
Eksotoksin tetanus adalah toksin utama yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani, penyebab penyakit tetanus. Eksotoksin ini dikenal sangat kuat dan dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem saraf pusat manusia. Penyakit tetanus umumnya terjadi akibat luka terbuka yang terkontaminasi spora bakteri, kemudian menghasilkan toksin di dalam tubuh.
Struktur dan Cara Kerja Toksin Tetanus
Toksin tetanus, yang juga dikenal dengan nama tetanospasmin, terdiri dari dua rantai polipeptida yang dihubungkan oleh jembatan disulfida. Setelah masuk ke dalam tubuh, toksin ini akan berikatan dengan reseptor pada neuron motorik dan menghambat pelepasan neurotransmiter penghambat seperti GABA dan glisin.
Gejala Klinis Tetanus
Akibat efek toksin pada sistem saraf, penderita tetanus akan mengalami kejang otot yang hebat, kekakuan otot, dan kadang disertai kesulitan bernapas. Jika tidak ditangani dengan cepat, tetanus dapat berakibat fatal akibat kegagalan pernapasan.
Pencegahan dan Penanganan
Pencegahan tetanus efektif dilakukan dengan vaksinasi menggunakan toksoid tetanus. Pengobatan kasus tetanus meliputi pemberian antitoksin tetanus, penanganan luka, serta dukungan pernapasan dan pengobatan simtomatik lain sesuai kebutuhan.