Drift Genetik pada Spesiasi Alopatrik
Drift genetik adalah salah satu mekanisme penting dalam proses spesiasi alopatrik. Ketika populasi terpisah secara geografis, perubahan frekuensi alel dapat terjadi secara acak tanpa pengaruh seleksi alam. Drift genetik ini dapat mempercepat perbedaan genetik antara populasi yang terisolasi, sehingga memperbesar kemungkinan terbentuknya spesies baru.
Pengaruh Ukuran Populasi
Drift genetik memiliki pengaruh paling besar pada populasi kecil. Dalam populasi yang kecil, perubahan frekuensi alel dari satu generasi ke generasi berikutnya lebih terasa dibandingkan pada populasi besar. Oleh karena itu, dalam spesiasi alopatrik, isolasi populasi kecil sering kali menghasilkan divergensi genetik yang lebih cepat.
Peran Drift Genetik dalam Divergensi
Selain mutasi dan seleksi alam, drift genetik memperkaya perbedaan genetik antar populasi. Dalam beberapa kasus, perbedaan yang terjadi akibat drift genetik dapat menyebabkan inkompatibilitas reproduktif, sehingga populasi yang terpisah tidak dapat lagi kawin silang meskipun penghalang geografis telah hilang.
Studi Kasus Drift Genetik
Penelitian pada burung di pulau-pulau terpencil menunjukkan bahwa drift genetik berperan besar dalam pembentukan spesies baru. Misalnya, pada burung passerine di Kepulauan Hawaii, divergensi genetik yang terjadi sebagian besar dipengaruhi oleh drift genetik akibat populasi yang kecil dan terisolasi.