Dimorfisme musiman adalah perubahan morfologi atau warna pada organisme yang terjadi sesuai dengan perubahan musim. Fenomena ini sering ditemukan pada beberapa spesies serangga, burung, dan mammalia. Adaptasi ini biasanya bertujuan untuk meningkatkan kelangsungan hidup individu selama musim tertentu.

Adaptasi terhadap Lingkungan

Dimorfisme musiman memungkinkan organisme menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah, seperti suhu, ketersediaan makanan, dan tekanan predator. Misalnya, beberapa mamalia mengubah warna bulunya menjadi putih selama musim dingin untuk berkamuflase di salju.

Contoh Dimorfisme Musiman

Salah satu contoh terkenal adalah pada kupu-kupu Bicyclus anynana, yang memiliki pola sayap berbeda antara musim hujan dan musim kemarau. Pada burung, beberapa spesies mengalami perubahan warna bulu saat musim kawin untuk menarik perhatian pasangan.

Pentingnya Dimorfisme Musiman

Studi tentang dimorfisme musiman membantu para ilmuwan memahami strategi adaptasi dan evolusi makhluk hidup dalam menghadapi perubahan lingkungan. Pengetahuan ini juga penting dalam upaya konservasi spesies yang habitatnya terancam oleh perubahan iklim.