Diagnosis dan Pemeriksaan Pneumonia
Diagnosis pneumonia merupakan langkah penting untuk memastikan adanya infeksi pada paru-paru dan menentukan penanganan yang sesuai. Proses diagnosis dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi.
Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa tanda-tanda pneumonia seperti suara napas yang tidak normal (ronki), demam, dan sesak napas. Pemeriksaan fisik sangat penting untuk membedakan pneumonia dari infeksi saluran pernapasan atas atau penyakit paru lainnya.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang mencakup röntgen dada untuk melihat adanya infiltrat atau konsolidasi pada paru-paru. Selain itu, pemeriksaan darah dapat menunjukkan peningkatan leukosit sebagai tanda infeksi. Kadang-kadang, diperlukan pemeriksaan sputum untuk mengetahui jenis kuman penyebab.
Pemeriksaan Lanjutan
Pada kasus tertentu, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dada dan kultur darah mungkin diperlukan, terutama jika pneumonia tidak membaik dengan pengobatan awal atau diduga disebabkan oleh kuman yang resisten. Pemeriksaan ini membantu menentukan terapi yang lebih spesifik.