Diagnosis Diabetes
Diagnosis diabetes dilakukan melalui pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan berbagai metode. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan adanya gangguan metabolisme glukosa dalam tubuh dan menentukan langkah penanganan selanjutnya. Diagnosis dini dapat mencegah timbulnya komplikasi yang lebih serius.
Metode Pemeriksaan
Terdapat beberapa metode pemeriksaan utama untuk mendiagnosis diabetes mellitus, antara lain pemeriksaan glukosa darah puasa, tes toleransi glukosa oral, dan pemeriksaan HbA1c. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu juga dapat digunakan bila terdapat gejala klasik diabetes.
Kriteria Diagnosis
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seseorang didiagnosis diabetes jika kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dL, atau glukosa 2 jam setelah tes toleransi ≥ 200 mg/dL, atau HbA1c ≥ 6,5%. Hasil pemeriksaan perlu dikonfirmasi dengan tes ulang pada hari yang berbeda.
Pemeriksaan Lanjutan
Selain pemeriksaan kadar gula darah, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fungsi ginjal, profil lipid, dan skrining komplikasi diabetes lainnya seperti retinopati. Pemeriksaan lengkap membantu menentukan terapi yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi.