Diagnosis Asidosis
Diagnosis asidosis memerlukan evaluasi klinis dan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis dan tingkat keparahan gangguan asam-basa. Pemeriksaan utama yang digunakan adalah analisis gas darah arteri, yang membantu menilai pH darah, tekanan karbon dioksida, dan kadar bikarbonat.
Pemeriksaan Laboratorium
Analisis gas darah arteri adalah metode utama untuk mendiagnosis asidosis. Pemeriksaan ini memberikan informasi mengenai pH, PaCO2 (tekanan karbon dioksida), dan HCO3- (bikarbonat) dalam darah. Selain itu, pemeriksaan kadar laktat dan anion gap juga dapat membantu menentukan penyebab asidosis.
Identifikasi Jenis Asidosis
Setelah asidosis terdeteksi, langkah berikutnya adalah menentukan apakah asidosis tersebut bersifat metabolik atau respiratorik. Hal ini penting karena penanganan kedua jenis asidosis berbeda. Pemeriksaan penunjang lain seperti fungsi ginjal, elektrolit, dan pemeriksaan radiologi juga dapat dilakukan jika diperlukan.
Pentingnya Diagnosis Dini
Diagnosis dini asidosis sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Identifikasi penyebab yang mendasari dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan prognosis dan mengurangi risiko kematian terkait asidosis.