Jump to content

Deteksi dan Pengukuran Endotoksin

From Wiki Berbudi

Deteksi endotoksin sangat penting dalam bidang biomedis, terutama untuk menjamin keamanan produk farmasi dan alat medis. Endotoksin, meski dalam jumlah kecil, dapat memicu reaksi berbahaya pada manusia. Oleh karena itu, berbagai metode telah dikembangkan untuk mengukur kadar endotoksin secara akurat.

Uji Limulus Amebocyte Lysate (LAL)

Uji Limulus Amebocyte Lysate (LAL) adalah metode standar untuk mendeteksi endotoksin. Uji ini memanfaatkan darah kepiting tapal kuda yang menggumpal saat bereaksi dengan endotoksin. Sensitivitas dan spesifisitasnya sangat tinggi, sehingga banyak digunakan di laboratorium.

Metode Alternatif

Selain LAL, terdapat metode lain seperti Monocyte Activation Test (MAT) dan uji berbasis kromatografi. MAT menggunakan sel monosit manusia untuk mendeteksi reaksi imun terhadap endotoksin, sedangkan uji kromatografi memisahkan komponen endotoksin berdasarkan sifat fisiknya.

Aplikasi dalam Industri Farmasi

Dalam industri farmasi, pengujian endotoksin wajib dilakukan pada produk injeksi dan alat medis. Hal ini untuk mencegah risiko reaksi pirogenik pada pasien akibat kontaminasi endotoksin.