Pertanian konvensional, yang umumnya mengandalkan input kimia dan praktik monokultur, telah memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan. Penggunaan berlebihan pupuk kimia dan pestisida menyebabkan pencemaran tanah dan air, serta mengancam kesehatan manusia dan ekosistem.

Degradasi Tanah dan Air

Salah satu dampak utama pertanian konvensional adalah degradasi tanah akibat erosi, penurunan kesuburan, dan akumulasi bahan kimia berbahaya. Selain itu, limbah pertanian yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari air tanah dan perairan sekitar.

Kehilangan Biodiversitas

Penggunaan sistem monokultur menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati di lahan pertanian. Hal ini membuat tanaman menjadi lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga kebutuhan akan pestisida semakin meningkat.

Solusi melalui Pertanian Berkelanjutan

Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, penerapan sistem pertanian berkelanjutan menjadi sangat penting. Dengan praktik-praktik ramah lingkungan, petani dapat menjaga produktivitas sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.