Dampak Lingkungan dari Produksi Oleoresin
Produksi oleoresin dalam skala industri dapat memberikan dampak pada lingkungan, terutama jika tidak dikelola dengan baik. Penggunaan pelarut organik dan limbah hasil ekstraksi menjadi perhatian utama dalam aspek keberlanjutan produksi oleoresin.
Pengelolaan Limbah Ekstraksi
Proses ekstraksi oleoresin menghasilkan limbah padat dan cair yang perlu diolah agar tidak mencemari lingkungan. Limbah pelarut organik seperti heksana dapat berbahaya jika dibuang sembarangan. Oleh karena itu, penerapan pengolahan limbah industri sangat penting dalam produksi oleoresin.
Penggunaan Pelarut Ramah Lingkungan
Beberapa produsen telah beralih ke pelarut ramah lingkungan seperti etanol berbasis bio atau melakukan ekstraksi dengan karbon dioksida superkritikal. Metode ini mengurangi risiko pencemaran dan lebih aman bagi pekerja serta lingkungan sekitarnya.
Upaya Keberlanjutan Produksi
Upaya keberlanjutan juga meliputi penggunaan bahan baku dari hasil pertanian berkelanjutan dan optimalisasi proses ekstraksi untuk mengurangi limbah. Sertifikasi lingkungan seperti ISO 14001 mulai diterapkan untuk memastikan produksi oleoresin ramah lingkungan.