Bahan peledak adalah suatu zat atau campuran zat yang mampu melepaskan energinya secara cepat dan eksplosif, menghasilkan peningkatan volume dan suhu yang drastis serta gelombang kejut yang merusak. Fenomena ini terjadi akibat reaksi kimia eksotermik yang sangat cepat, seringkali melibatkan proses oksidasi yang menghasilkan sejumlah besar gas panas. Kecepatan reaksi inilah yang membedakan bahan peledak dari bahan bakar biasa, yang membakar secara relatif lambat. Energi yang dilepaskan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari aplikasi industri seperti penambangan dan konstruksi, hingga penggunaan militer dan bahkan dalam ilmu pengetahuan untuk studi material dan fisika.

Klasifikasi Bahan Peledak

Bahan peledak dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, termasuk sifat kimia, kecepatan detonasi, dan sensitivitasnya terhadap stimulus eksternal. Klasifikasi ini penting untuk memahami perilaku dan aplikasi masing-masing jenis bahan peledak.

Bahan Peledak Primer

Bahan peledak primer adalah senyawa yang sangat sensitif terhadap goncangan, gesekan, atau panas. Karena sensitivitasnya yang tinggi, mereka mudah meledak dan sering digunakan sebagai inisiator dalam sistem peledakan. Contoh umum meliputi timbal azida (Pb(N₃)₂) dan merkuri fulminat (Hg(CNO)₂).

Bahan Peledak Sekunder

Bahan peledak sekunder lebih stabil dan membutuhkan stimulus yang lebih kuat untuk meledak, seperti detonasi dari bahan peledak primer. Mereka menyimpan energi yang lebih besar dan digunakan sebagai bahan peledak utama dalam berbagai aplikasi. Contohnya termasuk TNT (Trinitrotoluena), RDX (Cyclotrimethylenetrinitramine), dan PETN (Pentaerythritol tetranitrate).

Bahan Peledak Tersensitisasi (Emulsion Explosives)

Bahan peledak jenis ini merupakan campuran dari bahan pengoksidasi (biasanya amonium nitrat) dan bahan bakar cair, yang diemulsikan bersama. Mereka menawarkan keseimbangan yang baik antara daya ledak, keamanan, dan biaya, menjadikannya populer dalam industri pertambangan.

Reaksi Kimia Bahan Peledak

Reaksi kimia yang terjadi pada bahan peledak biasanya bersifat eksotermik, di mana energi dilepaskan. Reaksi ini melibatkan pemecahan ikatan kimia yang lemah dan pembentukan ikatan kimia yang lebih kuat, serta produksi sejumlah besar gas. Persamaan stoikiometri yang umum untuk dekomposisi bahan peledak seringkali kompleks, namun prinsip dasarnya adalah konversi padatan atau cairan menjadi gas dalam volume yang jauh lebih besar.

Misalnya, dekomposisi TNT dapat disederhanakan sebagai berikut: 2C7H5N3O63N2+5H2O+7CO+7C Reaksi ini menghasilkan gas-gas seperti nitrogen (N₂), uap air (H₂O), dan karbon monoksida (CO), yang volumenya jauh lebih besar daripada volume awal TNT.

Kecepatan Detonasi

Kecepatan detonasi (VOD) adalah kecepatan gelombang kejut yang merambat melalui bahan peledak saat terjadi ledakan. Bahan peledak primer memiliki VOD yang lebih rendah dibandingkan bahan peledak sekunder, tetapi keduanya dapat sangat tinggi, mencapai ribuan meter per detik. VOD yang tinggi berkorelasi dengan kekuatan peledak.

Aplikasi Bahan Peledak

Aplikasi bahan peledak sangat beragam:

  1. Industri Pertambangan: Digunakan untuk memecah batuan dan mineral dalam proses penambangan terbuka maupun bawah tanah.
  2. Konstruksi: Membantu dalam pembentukan lahan, pembuatan terowongan, dan penghancuran struktur yang tidak diinginkan.
  3. Militer: Digunakan dalam amunisi seperti granat, bom, dan rudal.
  4. Ilmu Pengetahuan: Digunakan dalam eksperimen fisika material untuk mempelajari perilaku zat di bawah tekanan ekstrem dan dalam studi geologi.

Keamanan dan Penanganan

Penanganan bahan peledak memerlukan prosedur keamanan yang ketat karena potensi bahayanya. Faktor-faktor seperti penyimpanan yang tepat, pengendalian suhu, penghindaran sumber api, dan penggunaan alat pelindung diri sangat penting.

Regulasi

Penggunaan dan kepemilikan bahan peledak diatur secara ketat oleh undang-undang di banyak negara untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan keamanan publik.

Sejarah Bahan Peledak

Penggunaan bahan peledak telah ada sejak berabad-abad yang lalu, dimulai dengan penemuan bubuk mesiu. Perkembangan selanjutnya menghasilkan berbagai jenis bahan peledak yang lebih kuat dan stabil, yang memainkan peran penting dalam sejarah militer dan industri.

Bahan Peledak Modern

Bahan peledak modern mencakup berbagai senyawa sintetis dan campuran yang dirancang untuk performa spesifik, mulai dari daya hancur yang tinggi hingga karakteristik peledakan yang terkontrol. Penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan bahan peledak yang lebih aman, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan.