Lompat ke isi

Afiksasi Bahasa Inggris (Prefix dan Suffix)

Dari Wiki Berbudi

Afiksasi adalah proses pembentukan kata yang melibatkan penambahan morfem terikat yang disebut afiks ke morfem bebas (akar kata). Dalam bahasa Inggris, afiksasi merupakan salah satu cara paling produktif untuk memperkaya kosakata, memungkinkan pembentukan kata-kata baru dengan makna yang berbeda atau fungsi gramatikal yang baru. Afiksasi dapat terjadi di awal kata (prefiks) atau di akhir kata (sufiks), dan masing-masing memiliki peranannya sendiri dalam memodifikasi makna atau kelas kata dari kata dasar. Memahami afiksasi sangat penting bagi pembelajar bahasa Inggris untuk meningkatkan pemahaman bacaan, kemampuan menulis, dan penguasaan kosakata secara keseluruhan.

Pengertian Afiksasi

Afiksasi (affixation) adalah sebuah proses morfologis di mana sebuah afiks (morfem terikat) ditambahkan pada sebuah kata dasar (morfem bebas) untuk membentuk kata baru. Afiks tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata yang bermakna, melainkan harus melekat pada kata lain. Proses ini dapat mengubah makna leksikal kata, mengubah kelas gramatikalnya, atau keduanya. Dalam bahasa Inggris, afiksasi adalah mekanisme utama dalam pembentukan kata turunan (derivational morphology) dan juga berperan dalam pembentukan kata infleksional (inflectional morphology).

Prefiks: Afiks di Awal Kata

Prefiks adalah jenis afiks yang ditambahkan pada awal kata dasar (akar kata). Penambahan prefiks umumnya tidak mengubah kelas gramatikal kata dasar, tetapi sering kali mengubah makna leksikalnya. Prefiks dapat memberikan berbagai makna, seperti negasi, pengulangan, lokasi, atau kuantitas.

Contoh prefiks yang umum meliputi:

  1. un- (misalnya, unhappy dari happy)
  2. re- (misalnya, redo dari do)
  3. dis- (misalnya, disagree dari agree)
  4. pre- (misalnya, preview dari view)
  5. mis- (misalnya, misunderstand dari understand)

Jenis-jenis Prefiks dan Maknanya

Prefiks dalam bahasa Inggris dapat dikategorikan berdasarkan makna yang mereka bawa. Beberapa kategori umum meliputi:

Prefiks Negatif

Prefiks ini menunjukkan arti "tidak" atau kebalikan dari makna kata dasar.

  • un- (unhappy, unable)
  • in- (invisible, incorrect)
  • im- (impossible, impatient) - digunakan sebelum kata yang dimulai dengan 'p' atau 'b'
  • il- (illegal, illogical) - digunakan sebelum kata yang dimulai dengan 'l'
  • ir- (irregular, irresponsible) - digunakan sebelum kata yang dimulai dengan 'r'
  • non- (nonexistent, nonessential)
  • dis- (disagree, dislike)

Prefiks Aksi dan Waktu

Prefiks ini menunjukkan tindakan atau hubungan waktu.

  • re- (redo, rewrite) - mengulang
  • pre- (prehistoric, preview) - sebelum
  • post- (postwar, postpone) - setelah
  • fore- (foresee, foretell) - sebelum
  • over- (overcome, oversleep) - berlebihan

Prefiks Lokasi dan Arah

Prefiks ini menunjukkan posisi atau arah.

  • in- (indoor, inland) - di dalam
  • out- (outdoors, outward) - di luar
  • sub- (submarine, subway) - di bawah
  • super- (supermarket, supersonic) - di atas

Prefiks Kuantitas dan Ukuran

Prefiks ini menunjukkan jumlah atau ukuran.

  • multi- (multicultural, multiply) - banyak
  • poly- (polygon, polyglot) - banyak
  • micro- (microscope, microwave) - kecil
  • macro- (macroeconomics, macroscopic) - besar

Sufiks: Afiks di Akhir Kata

Sufiks adalah jenis afiks yang ditambahkan pada akhir kata dasar. Berbeda dengan prefiks, sufiks sering kali mengubah kelas gramatikal kata dasar. Sufiks dapat mengubah kata kerja menjadi kata benda, kata sifat menjadi kata keterangan, dan sebagainya.

Contoh sufiks yang umum meliputi:

  1. -er (misalnya, teacher dari teach) - membentuk kata benda dari kata kerja
  2. -ly (misalnya, quickly dari quick) - membentuk kata keterangan dari kata sifat
  3. -ness (misalnya, kindness dari kind) - membentuk kata benda abstrak dari kata sifat
  4. -able (misalnya, readable dari read) - membentuk kata sifat dari kata kerja
  5. -ment (misalnya, government dari govern) - membentuk kata benda dari kata kerja

Jenis-jenis Sufiks dan Fungsinya

Sufiks dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya, terutama apakah mereka mengubah kelas kata (derivational suffixes) atau hanya memodifikasi bentuk kata tanpa mengubah kelasnya (inflectional suffixes).

Sufiks Derivasional

Sufiks ini membentuk kata baru dengan mengubah kelas gramatikal atau makna leksikal.

  • Pembentuk Kata Benda:
    • -er (worker, singer) - pelaku
    • -or (actor, director) - pelaku
    • -ist (artist, pianist) - penganut/pelaku
    • -ness (happiness, darkness) - keadaan
    • -ity (creativity, acidity) - kualitas
    • -ment (agreement, development) - hasil/tindakan
    • -tion / -sion (education, division) - tindakan/proses
  • Pembentuk Kata Sifat:
    • -able / -ible (readable, incredible) - mampu
    • -ful (beautiful, careful) - penuh dengan
    • -less (homeless, fearless) - tanpa
    • -ous (dangerous, famous) - memiliki sifat
    • -y (rainy, sunny) - seperti/penuh dengan
  • Pembentuk Kata Kerja:
    • -ize / -ise (modernize, realise) - membuat menjadi
    • -ify (simplify, clarify) - membuat menjadi
    • -en (brighten, weaken) - membuat menjadi
  • Pembentuk Kata Keterangan:
    • -ly (slowly, suddenly) - dengan cara

Sufiks Infleksional

Sufiks ini tidak mengubah kelas gramatikal kata dan hanya memberikan informasi gramatikal tambahan, seperti jumlah, waktu, atau perbandingan. Sufiks infleksional dalam bahasa Inggris relatif terbatas.

  • Untuk Kata Benda:
    • -s / -es (cats, wishes) - bentuk jamak
    • -'s (John's, cat's) - bentuk posesif
  • Untuk Kata Kerja:
    • -s (he walks, she runs) - orang ketiga tunggal present tense
    • -ed (walked, played) - past tense
    • -ing (walking, playing) - present participle/gerund
    • -en (eaten, broken) - past participle (untuk beberapa kata kerja tidak beraturan)
  • Untuk Kata Sifat dan Keterangan:
    • -er (faster, higher) - bentuk komparatif
    • -est (fastest, highest) - bentuk superlatif

Interaksi Antara Prefiks dan Sufiks

Dalam pembentukan kata, prefiks dan sufiks dapat bekerja sama. Sebuah kata dasar dapat memiliki prefiks dan sufiks yang ditambahkan secara bersamaan. Urutan penambahan afiks dapat memengaruhi makna akhir kata. Misalnya, un- dapat ditambahkan ke kata sifat yang sudah memiliki sufiks -able.

Contoh:

  1. happy (kata sifat)
  2. happiness (kata sifat + -ness -> kata benda)
  3. unhappy (un- + kata sifat)
  4. unhappiness (un- + kata benda)

Dalam kasus ini, -ness adalah sufiks derivasional yang mengubah kata sifat menjadi kata benda, kemudian prefiks un- ditambahkan untuk menegasikan kata benda tersebut.

Afiksasi dan Pembentukan Kata Baru

Afiksasi adalah salah satu cara paling efisien untuk memperluas kosakata. Dengan menggunakan afiks yang sudah ada, penutur bahasa dapat menciptakan kata-kata baru yang dapat dipahami oleh penutur lain. Proses ini sangat penting dalam bahasa yang dinamis seperti bahasa Inggris, di mana kosakata terus berkembang untuk mencerminkan perubahan sosial, teknologi, dan budaya. Kemampuan untuk mengenali dan menggunakan afiks memungkinkan pemahaman kata-kata yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Batasan dan Pengecualian

Meskipun afiksasi adalah proses yang sangat produktif, ada beberapa batasan dan pengecualian. Tidak semua kata dasar dapat menerima semua prefiks atau sufiks. Beberapa kombinasi mungkin tidak menghasilkan kata yang lazim atau benar secara gramatikal. Selain itu, makna afiks terkadang bisa ambigu atau memiliki nuansa yang berbeda tergantung pada konteksnya. Misalnya, sufiks -ing dapat berfungsi sebagai present participle atau gerund, yang memiliki fungsi gramat