Adaptasi Hewan di Lingkungan Perairan
Lingkungan perairan seperti laut, sungai, dan danau memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan daratan, sehingga hewan yang tinggal di sana harus beradaptasi agar mampu bertahan hidup. Adaptasi ini mencakup perubahan pada struktur tubuh, cara bernapas, serta perilaku mencari makan.
Adaptasi Morfologis
Ikan, misalnya, memiliki tubuh berbentuk torpedo yang memudahkan mereka berenang di air. Mereka juga memiliki sirip dan insang yang memungkinkan bergerak dan bernapas efisien di lingkungan perairan. Hewan mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus memiliki lapisan lemak tebal untuk menjaga suhu tubuh.
Adaptasi Fisiologis
Beberapa hewan air memiliki kemampuan osmoregulasi untuk menyeimbangkan kadar garam di tubuhnya, seperti pada ikan air tawar dan air laut. Selain itu, beberapa spesies seperti ikan paru-paru dapat bernapas menggunakan insang maupun paru-paru.
Adaptasi Perilaku
Banyak hewan perairan melakukan migrasi untuk berkembang biak atau mencari makanan. Contohnya, penyu laut bermigrasi ribuan kilometer untuk bertelur di pantai tertentu, dan salmon kembali ke sungai asalnya untuk berkembang biak.