Ektoterm harus mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan agar dapat bertahan hidup. Adaptasi-adaptasi ini meliputi perubahan perilaku, fisiologi, dan morfologi. Adaptasi tersebut memungkinkan ektoterm untuk hidup di berbagai habitat, mulai dari gurun hingga hutan hujan tropis.

Adaptasi Perilaku

Salah satu adaptasi utama ektoterm adalah perilaku berjemur (basking) di bawah sinar matahari untuk menaikkan suhu tubuh. Sebaliknya, mereka akan mencari tempat teduh atau ke dalam tanah untuk menurunkan suhu tubuh saat lingkungan terlalu panas.

Adaptasi Fisiologis dan Morfologis

Beberapa ektoterm memiliki warna kulit yang mampu menyerap atau memantulkan panas, serta kemampuan untuk mengatur laju metabolisme. Contohnya pada ular, mereka dapat memperlambat metabolisme selama musim dingin.

Adaptasi Musiman

Ektoterm juga melakukan adaptasi musiman seperti hibernasi atau aestivasi untuk bertahan di musim dengan suhu ekstrem. Proses ini memungkinkan mereka menghemat energi dan bertahan selama periode sumber daya terbatas.