Salam pendidikan yang memerdekakan! Bersama Budi dari IniBudi.or.id.
Terkadang, beberapa pendidik salah kaprah bahwa merdeka belajar berarti merdeka berbuat sesukanya. Padahal, rahasia utamanya terletak pada pembentukan karakter mandiri yang berbudaya positif. Disiplin positif dalam kurikulum ini berpijak pada Restitusi.
Restitusi bukan mencari siapa yang salah, melainkan apa yang bisa diperbaiki. Jika ada siswa merusak hasil karya temannya, jangan sekadar menskorsnya. Ajarkan restitusi dengan menuntunnya sadar atas kesalahannya: "Apa keyakinan kelas yang kamu langgar? Apa rencanamu untuk memperbaiki kerusakan karya temanmu ini?". Proses ini jauh lebih meletihkan bagi guru daripada langsung menghukum, namun hasilnya adalah seorang anak yang kelak akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.