Halo sobat pendidikan! Saya Budi dari IniBudi.or.id menyapa dari balik layar.
Rumah adalah simulasi kehidupan pertama. Bagaimana seorang kakak mengalah pada adiknya, atau bagaimana seorang ayah meredam marahnya saat ban motor kempes, semua terekam jelas di otak anak layaknya rekaman resolusi tinggi. Kecerdasan emosional anak tidak terbentuk dari nasihat, tapi dari proses imitasi (peniruan).
Oleh karena itu, membangun kecerdasan emosional harus dimulai dari "mendidik" emosi orang tuanya terlebih dulu. Biasakan diri kita mengekspresikan perasan dengan verbalisasi (berkata-kata) bukan dengan bantingan pintu. Katakan, "Ayah sedang frustrasi karena kunci motor hilang, beri ayah waktu 5 menit untuk tenang ya." Ini mengajarkan anak tentang regulasi emosi: bahwa mengambil waktu jeda (timeout) saat emosi sedang tinggi adalah cara orang dewasa menangani masalah.