Sobat pendidikan yang luar biasa! Budi dari IniBudi.or.id di sini.
Kesibukan tinggi membuat orang tua lebih menyukai jawaban "Ya, Pak/Bu" dari anak tanpa bantahan. Memang rasanya lebih efisien, namun jika kita mematikan sikap kritis anak di rumah, mereka akan dengan mudah dimanipulasi oleh teman pergaulan di sekolah karena tidak berani bilang "Tidak!".
Pemikiran kritis dapat ditumbuhkan di sela-sela rutinitas yang sempit. Saat mengajak anak ke pasar malam atau toko swalayan, biarkan mereka memutuskan produk mana yang akan dibeli dengan membandingkan. Tanyakan: "Kenapa kamu pilih sereal merek A daripada merek B padahal merek B lebih murah?". Jika mereka bisa mempertahankan argumennya secara logis, Anda baru saja sukses mencetak calon analis andal di tengah kesibukan Anda.