Salam pahlawan peradaban! Budi dari IniBudi.or.id siap berbagi inspirasi kembali.
Dalam paradigma Kurikulum Merdeka, penilaian tidak lagi berpaku semata pada ujian tertulis. Siswa diwajibkan untuk berkolaborasi, berdiskusi dalam kelompok, dan mempresentasikan karya puncaknya. Jika keterampilan komunikasi mereka gagap, nilai mereka akan terjun bebas, meskipun anak tersebut sebenarnya pintar di atas kertas.
Maka dari itu, fasilitator wajib memutar skenario kelas dari "Guru Berbicara" menjadi "Siswa Berbicara". Gunakan metode pembelajaran berbasis proyek yang menuntut mereka mewawancarai warga sekolah atau menyusun kampanye presentasi sosial. Ketika komunikasi dilakukan dengan tujuan yang nyata, anak tidak akan merasa sedang dievaluasi, dan kemampuan wicara publiknya (public speaking) akan terasah jauh lebih matang tanpa rasa gugup.