Halo bapak ibu guru dan wali murid! Saya Budi dari IniBudi.or.id.
Anak-anak SD sering kali meledak dalam tangisan atau amarah bukan karena mereka cengeng, melainkan karena kosa kata emosi mereka sangat terbatas. Mereka bisa merasakan rasa frustrasi yang luar biasa namun tidak punya bahasa untuk mengungkapkannya. Di sinilah pendidikan kecerdasan emosional (EQ) harus mulai ditekankan melebihi hafalan rumus.
Kita harus membantu mereka memberi "label" pada emosi. Saat anak marah karena mainannya direbut, alih-alih menyuruh mereka mengalah, katakanlah: "Bapak mengerti kamu merasa MARAH dan KECEWA karena mainanmu diambil tanpa izin. Tarik napas dulu." Dengan memberi nama pada perasaannya, anak belajar bahwa emosi negatif itu wajar, dan yang penting adalah bagaimana kita bereaksi setelahnya.