Halo rekan guru dan fasilitator! Budi dari IniBudi.or.id akan membedah topik krusial hari ini.
Kurikulum Merdeka bukan berarti bebas tanpa aturan. Disiplin positif dalam kerangka ini menitikberatkan pada pembuatan "Keyakinan Kelas", bukan sekadar tata tertib kaku dari guru. Aturan dibuat secara kolektif dari murid, oleh murid, dan untuk murid.
Ajak siswa berdiskusi di awal tahun ajaran: "Kelas seperti apa yang kalian inginkan?". Ketika siswa sendiri yang mengusulkan aturan (misalnya: tidak boleh memotong pembicaraan orang), mereka akan merasa bertanggung jawab untuk mematuhinya. Guru berpindah peran dari sekadar pemberi hukuman menjadi seorang fasilitator yang mengingatkan pada komitmen awal yang mereka buat sendiri.