Gig economy membawa perubahan besar dalam struktur tenaga kerja di berbagai negara. Model kerja ini memungkinkan banyak orang untuk mencari penghasilan tambahan atau bahkan menjadikan pekerjaan lepas sebagai mata pencaharian utama. Namun, dampak gig economy terhadap kesejahteraan tenaga kerja menjadi topik penting yang terus dibahas.
Fleksibilitas dan Peluang Baru
Salah satu dampak positif gig economy adalah fleksibilitas waktu kerja. Pekerja dapat menentukan sendiri jam kerja dan jenis pekerjaan yang diambil. Selain itu, gig economy memberikan peluang bagi mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan tetap, seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, atau pensiunan.
Tantangan Perlindungan Hak Pekerja
Di sisi lain, gig economy menimbulkan tantangan besar untuk perlindungan hak-hak pekerja. Sebagian besar pekerja gig tidak mendapatkan jaminan kesehatan, cuti, atau perlindungan asuransi tenaga kerja. Hal ini membuat posisi mereka lebih rentan dibandingkan karyawan tetap.
Ketidakpastian Pendapatan
Pekerja di gig economy juga menghadapi ketidakpastian pendapatan karena tergantung pada jumlah pesanan atau proyek yang didapat. Fluktuasi permintaan dan persaingan antar pekerja sering kali menyebabkan penghasilan tidak stabil, sehingga mempengaruhi kualitas hidup dan perencanaan finansial mereka.