Risiko dan Tantangan Smart Contract

Revision as of 03:02, 27 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Walaupun smart contract menawarkan berbagai keuntungan, penggunaannya juga mengandung risiko dan tantangan tersendiri. Hal ini perlu dipahami untuk menghindari kerugian atau masalah hukum di kemudian hari.

Bug dan Kerentanan Kode

Salah satu risiko utama adalah adanya bug atau kesalahan pada kode smart contract. Karena kontrak dijalankan secara otomatis, kesalahan kecil pun bisa menyebabkan kerugian besar, seperti yang terjadi pada insiden The DAO di jaringan Ethereum.

Serangan Siber

Smart contract yang tidak aman dapat menjadi target peretasan. Penyerang bisa mengeksploitasi celah dalam kode untuk mencuri aset digital atau memanipulasi hasil kontrak.

Regulasi dan Aspek Hukum

Belum semua negara memiliki regulasi yang jelas mengenai smart contract. Hal ini bisa menimbulkan ketidakpastian hukum jika terjadi sengketa antar pihak yang terlibat dalam kontrak pintar.