Colocation dan Disaster Recovery

Revision as of 02:46, 27 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Disaster recovery merupakan salah satu alasan utama perusahaan memilih layanan colocation. Dengan menempatkan server di pusat data colocation, perusahaan dapat memastikan kelangsungan operasional meskipun terjadi bencana di lokasi kantor utama.

Strategi Disaster Recovery

Colocation memungkinkan perusahaan membangun sistem redundansi dan backup di lokasi yang berbeda secara geografis. Jika terjadi kegagalan pada fasilitas utama, sistem dapat dengan cepat dipulihkan dari pusat data colocation.

Fasilitas Pendukung Disaster Recovery

Pusat data colocation biasanya memiliki sistem listrik cadangan, pendinginan, dan konektivitas multi-jalur untuk memastikan server tetap aktif saat terjadi bencana. Proses pemulihan data juga didukung oleh backup otomatis dan storage area network (SAN).

Kepatuhan Regulasi

Beberapa sektor industri diwajibkan oleh regulasi untuk memiliki rencana disaster recovery. Colocation membantu perusahaan memenuhi persyaratan ini dengan menyediakan dokumentasi, prosedur, dan infrastruktur yang sesuai standar industri.