Ragi tempe berperan sangat penting dalam proses fermentasi kedelai untuk menghasilkan tempe. Tanpa adanya ragi, kedelai yang telah direbus tidak akan berubah menjadi tempe, melainkan hanya akan membusuk. Oleh karena itu, ragi tempe menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pembuatan tempe.
Proses Fermentasi
Fermentasi tempe terjadi ketika spora jamur dalam ragi tempe menginfeksi kedelai yang sudah matang. Spora ini kemudian tumbuh dan membentuk miselium putih yang menyatukan biji kedelai. Proses ini berlangsung selama 24–48 jam pada suhu ruang dan menghasilkan tekstur dan aroma khas tempe.
Transformasi Nutrisi
Selama proses fermentasi, ragi tempe membantu memecah protein dan karbohidrat kompleks pada kedelai. Hasilnya, tempe menjadi lebih mudah dicerna dan memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Selain itu, vitamin B12 yang jarang ditemukan dalam produk nabati dapat terbentuk selama fermentasi tempe.
Pengaruh Kualitas Ragi
Kualitas ragi sangat memengaruhi hasil fermentasi. Ragi yang baik menghasilkan fermentasi yang cepat dan merata, sementara ragi yang kurang baik dapat menyebabkan tempe menjadi asam, berlendir, atau bahkan gagal terbentuk. Oleh karena itu, pemilihan dan penanganan ragi harus dilakukan dengan benar.