Diversifikasi pangan adalah upaya untuk memperluas jenis pangan yang dikonsumsi dan diproduksi masyarakat. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok, seperti beras, sehingga ketahanan pangan nasional lebih terjamin. Diversifikasi juga meningkatkan nilai gizi dan kesehatan masyarakat.
Manfaat Diversifikasi Pangan
Dengan diversifikasi, konsumsi pangan menjadi lebih seimbang dan bergizi. Selain itu, diversifikasi produksi juga memperluas peluang pasar bagi petani, serta mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen satu komoditas tertentu.
Contoh Komoditas Diversifikasi
Beberapa komoditas alternatif yang didorong untuk dikembangkan adalah ubi jalar, jagung, sagu, dan umbi-umbian lainnya. Tanaman ini cocok dibudidayakan di berbagai daerah Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Tantangan dan Solusi
Tantangan utama dalam diversifikasi pangan adalah perubahan pola konsumsi masyarakat dan minimnya edukasi tentang manfaat pangan lokal. Pemerintah dan lembaga terkait terus melakukan kampanye dan sosialisasi untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap pangan lokal.