Deteksi Sinar Alfa

Revision as of 21:41, 26 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Deteksi sinar alfa sangat penting dalam penelitian ilmiah dan aplikasi praktis, seperti di bidang industri, kedokteran, dan pengelolaan limbah radioaktif. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mendeteksi dan mengukur intensitas sinar alfa.

Detektor Gas dan Scintillator

Salah satu alat utama untuk deteksi sinar alfa adalah detektor Geiger-Muller, yang memanfaatkan ionisasi gas oleh partikel alfa. Selain itu, detektor scintillator juga digunakan untuk mengubah energi sinar alfa menjadi cahaya, yang kemudian dideteksi oleh sensor.

Teknik Autoradiografi

Teknik autoradiografi digunakan untuk mendeteksi distribusi sinar alfa pada sampel biologis atau material lainnya. Metode ini melibatkan penggunaan pelat film yang peka terhadap radiasi untuk merekam jejak partikel alfa.

Kalibrasi dan Perlindungan

Deteksi sinar alfa memerlukan kalibrasi yang tepat untuk memastikan akurasi pengukuran. Selain itu, prosedur keselamatan harus diterapkan untuk melindungi operator dari paparan radiasi, terutama ketika menangani sumber alfa beraktivitas tinggi.