Fisika Partikel

Revisi sejak 26 Juli 2025 09.37 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Fisika partikel adalah cabang fisika yang mempelajari partikel-partikel elementer penyusun alam semesta beserta interaksi di antara mereka. Fisika ini bertujuan memahami struktur dasar materi, gaya-gaya fundamental, dan fenomena yang terjadi pada skala subatomik. Penelitian dalam bidang ini melibatkan pemanfaatan akselerator partikel dan detektor canggih untuk mengamati partikel yang tidak bisa dilihat secara langsung.

Sejarah Perkembangan

Perkembangan fisika partikel dimulai pada awal abad ke-20 dengan penemuan elektron oleh J.J. Thomson. Selanjutnya, penemuan proton, neutron, dan berbagai partikel lain menjadi penentu berkembangnya fisika partikel. Penemuan-penemuan penting pada abad ke-20 mendorong para ilmuwan untuk mengembangkan model-model yang menjelaskan keberagaman partikel dan interaksi mereka.

Model Standar

Model Standar merupakan teori yang saat ini paling lengkap dalam menjelaskan partikel dasar dan tiga dari empat gaya fundamental, yaitu gaya elektromagnetik, gaya lemah, dan gaya kuat. Model ini mengklasifikasikan partikel menjadi dua kelompok besar: fermion dan boson. Namun, Model Standar belum dapat menjelaskan gravitasi secara menyeluruh.

Eksperimen dan Aplikasi

Eksperimen fisika partikel biasanya dilakukan di laboratorium berteknologi tinggi, seperti Large Hadron Collider di CERN. Penelitian ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang alam semesta, tetapi juga menghasilkan teknologi baru, seperti World Wide Web dan aplikasi dalam bidang kedokteran.