Keselamatan Kerja pada Sistem Pneumatik

Revision as of 02:58, 26 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Keselamatan kerja menjadi aspek utama dalam penggunaan sistem pneumatik di lingkungan industri. Meskipun sistem ini relatif aman, namun tetap terdapat risiko kecelakaan yang dapat terjadi akibat tekanan tinggi, kebocoran udara, atau kegagalan komponen. Oleh karena itu, prosedur keselamatan harus diterapkan secara ketat.

Standar dan Regulasi Keselamatan

Penggunaan sistem pneumatik harus mengikuti standar keselamatan yang telah ditetapkan oleh lembaga terkait seperti ISO, SNI, dan OSHA. Standar ini mencakup desain, instalasi, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Prosedur Operasi Aman

Operator harus mendapatkan pelatihan mengenai cara mengoperasikan dan merawat sistem pneumatik secara aman. Penggunaan alat pelindung diri seperti kacamata dan sarung tangan juga diwajibkan saat melakukan perbaikan atau penggantian komponen.

Penanganan Kegagalan Sistem

Apabila terjadi kegagalan atau kerusakan pada sistem, segera matikan aliran udara dan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hindari melakukan perbaikan tanpa alat yang sesuai atau tanpa menurunkan tekanan udara terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kecelakaan.