Pengaruh Teori Belajar Humanistik Maslow terhadap Kurikulum

Revision as of 02:05, 26 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Teori belajar humanistik Abraham Maslow memberikan pengaruh signifikan terhadap pengembangan kurikulum di berbagai jenjang pendidikan. Teori ini menempatkan kebutuhan siswa sebagai pusat perhatian dalam penyusunan kurikulum.

Kurikulum Berpusat pada Siswa

Kurikulum yang berlandaskan teori humanistik menekankan pentingnya pengembangan potensi dan kepribadian siswa. Materi pembelajaran dirancang untuk mendukung pertumbuhan pribadi, keterampilan sosial, dan aktualisasi diri siswa.

Penilaian dan Evaluasi Otentik

Dalam teori humanistik, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada proses, minat, dan bakat siswa. Evaluasi otentik seperti proyek, portofolio, dan refleksi diri lebih banyak digunakan untuk mengukur perkembangan siswa secara holistik.

Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Humanistik

Meskipun demikian, penerapan kurikulum berbasis humanistik memerlukan dukungan sumber daya dan pelatihan guru yang memadai. Selain itu, perlu adanya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan siswa.