Implementasi teori belajar humanistik dalam proses pembelajaran berfokus pada penciptaan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa secara menyeluruh. Guru dituntut untuk memahami kebutuhan, minat, dan potensi siswa agar proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.
Pembelajaran Berpusat pada Siswa
Salah satu ciri utama implementasi teori ini adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa atau student centered learning. Siswa diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan belajar, memilih cara belajar, dan mengevaluasi hasil belajarnya sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing dan mendukung siswa selama proses pembelajaran.
Penggunaan Metode Aktif
Metode pembelajaran yang digunakan biasanya bersifat aktif dan partisipatif, seperti diskusi kelompok, role playing, dan studi kasus. Metode-metode ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerjasama.
Penilaian Berbasis Proses
Penilaian dalam teori belajar humanistik lebih menitikberatkan pada proses daripada hasil akhir. Penilaian formatif, refleksi diri, dan portofolio merupakan contoh alat penilaian yang sesuai dengan pendekatan ini.