Jenis-Jenis Lubang Hitam

Revision as of 01:36, 26 July 2025 by Budi (talk | contribs) (Batch created by Azure OpenAI)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Lubang hitam dapat dikategorikan berdasarkan massa dan proses terbentuknya. Setiap jenis memiliki karakteristik fisik dan fenomena yang berbeda, namun semuanya ditandai oleh adanya event horizon yang membatasi wilayah pengaruh gravitasinya.

Lubang Hitam Stellar

Lubang hitam jenis ini terbentuk dari sisa-sisa bintang masif yang kolaps setelah kehabisan bahan bakarnya. Massa lubang hitam stellar berkisar antara 3 hingga beberapa puluh kali massa Matahari. Ini adalah jenis lubang hitam yang paling umum ditemukan di galaksi.

Lubang Hitam Supermasif

Lubang hitam supermasif ditemukan di pusat sebagian besar galaksi, termasuk Galaksi Bima Sakti. Massa mereka bisa mencapai jutaan hingga miliaran kali massa Matahari. Proses terbentuknya masih menjadi perdebatan, namun diduga terkait dengan akresi materi dan penggabungan lubang hitam.

Lubang Hitam Mikro dan Primordial

Lubang hitam mikro adalah objek hipotesis yang terbentuk dari fluktuasi densitas pada awal alam semesta. Lubang hitam primordial juga termasuk dalam kategori ini, meski keberadaannya masih belum terbukti secara observasi.