Lompat ke isi

WikiLeaks

Dari Wiki Berbudi
Revisi sejak 17 Desember 2025 00.45 oleh Budi (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi ''''WikiLeaks''' adalah sebuah organisasi nirlaba internasional yang menerbitkan berita bocoran (''leaks'') dan media rahasia dari sumber-sumber anonim. Situs web ini diluncurkan pada tahun 2006 oleh Sunshine Press, dan dalam satu tahun setelah peluncurannya, situs ini mengklaim telah memiliki basis data yang berisi lebih dari 1,2 juta dokumen. Organisasi ini didirikan oleh aktivis internet asal Australia, Julian Assange, yang menjabat sebagai direktur dan...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

WikiLeaks adalah sebuah organisasi nirlaba internasional yang menerbitkan berita bocoran (leaks) dan media rahasia dari sumber-sumber anonim. Situs web ini diluncurkan pada tahun 2006 oleh Sunshine Press, dan dalam satu tahun setelah peluncurannya, situs ini mengklaim telah memiliki basis data yang berisi lebih dari 1,2 juta dokumen. Organisasi ini didirikan oleh aktivis internet asal Australia, Julian Assange, yang menjabat sebagai direktur dan juru bicara utama. WikiLeaks menggambarkan dirinya sebagai organisasi media yang didedikasikan untuk membawa dokumen-dokumen penting ke hadapan publik guna mengungkap perilaku tidak etis atau ilegal oleh pemerintah dan perusahaan besar.

Meskipun namanya memiliki kemiripan, WikiLeaks tidak memiliki afiliasi resmi dengan Wikipedia atau Wikimedia Foundation. Organisasi ini beroperasi dengan model desentralisasi yang mengandalkan sukarelawan dan donasi publik untuk mempertahankan operasinya. Fokus utama WikiLeaks adalah pada kebebasan berbicara, kebebasan pers, dan transparansi pemerintah. Mereka telah merilis jutaan dokumen yang mencakup berbagai topik, mulai dari korupsi pemerintah, kejahatan perang, hingga spionase korporasi, yang sering kali memicu perdebatan global mengenai keseimbangan antara keamanan nasional dan hak publik untuk mengetahui.

Sejarah dan Pendirian

WikiLeaks didirikan pada tahun 2006, dengan penampilan publik pertamanya di internet pada bulan Desember tahun tersebut. Kelompok ini awalnya dikelola oleh konsorsium aktivis, jurnalis, dan ahli matematika dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Dokumen pertama yang dirilis adalah keputusan oleh Union of Islamic Courts di Somalia yang menyerukan eksekusi pejabat pemerintah, yang memantapkan posisi awal WikiLeaks sebagai wadah bagi para whistleblower politik.

Pada tahun-tahun awalnya, WikiLeaks merilis berbagai dokumen sensitif, termasuk prosedur operasi standar untuk kamp penahanan Teluk Guantanamo dan laporan investigasi mengenai korupsi di Kenya yang melibatkan mantan presiden Daniel arap Moi. Reputasi organisasi ini tumbuh pesat karena kemampuannya untuk memverifikasi keaslian dokumen sambil tetap melindungi identitas sumbernya secara ketat.

Metodologi dan Keamanan Teknis

Salah satu inovasi utama WikiLeaks adalah penggunaan teknologi canggih untuk menjamin anonimitas sumber. Mereka menggunakan jaringan Tor (The Onion Router) yang memungkinkan pengirim data untuk mentransfer dokumen tanpa meninggalkan jejak digital yang dapat dilacak kembali ke alamat IP asli mereka. Sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga bahkan staf WikiLeaks sendiri sering kali tidak mengetahui identitas sumber yang mengirimkan materi, sebuah konsep yang dikenal sebagai "ketidaktahuan yang disengaja" (plausible deniability).

Keamanan transmisi data WikiLeaks sangat bergantung pada prinsip kriptografi kunci publik, khususnya algoritma RSA, yang keamanan matematisnya didasarkan pada kesulitan memfaktorkan bilangan bulat besar. Dalam skema ini, kerahasiaan pesan yang dikirimkan oleh whistleblower (pesan $m$) dienkripsi menjadi ciphertext ($c$) menggunakan kunci publik ($e$ dan $n$) melalui operasi eksponensiasi modular:

cme(modn)

Di mana $n$ adalah hasil perkalian dua bilangan prima besar yang dirahasiakan. Hanya pemegang kunci privat yang valid yang dapat membalikkan proses ini secara efisien untuk membaca dokumen asli, memastikan bahwa intersepsi di tengah jalan tidak dapat memecahkan isi pesan dalam waktu yang wajar.

Pengungkapan Signifikan

WikiLeaks menjadi sorotan dunia internasional pada tahun 2010 ketika merilis video berjudul Collateral Murder. Video tersebut memperlihatkan serangan helikopter Apache Angkatan Darat Amerika Serikat di Baghdad pada tahun 2007 yang menewaskan sejumlah orang, termasuk dua staf berita Reuters. Perilisan ini memicu perdebatan sengit mengenai aturan keterlibatan militer dan transparansi operasi militer di zona perang.

Setelah video tersebut, WikiLeaks merilis serangkaian dokumen besar yang dikenal sebagai Afghan War Diary dan Iraq War Logs. Kumpulan data ini berisi ratusan ribu laporan lapangan militer yang mendetailkan kematian warga sipil, penyiksaan tahanan, dan peran kontraktor swasta dalam konflik di Timur Tengah. Pengungkapan ini memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai realitas perang modern dan menyebabkan tekanan diplomatik yang signifikan bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

Puncak dari pengungkapan tahun 2010 adalah Cablegate, di mana WikiLeaks merilis lebih dari 250.000 kawat diplomatik Amerika Serikat. Dokumen-dokumen ini mengungkap penilaian jujur dan sering kali memalukan dari para diplomat AS terhadap pemimpin dunia lainnya, serta detail mengenai upaya spionase dan negosiasi politik di balik layar. Dampak dari Cablegate sangat luas, mempengaruhi hubungan diplomatik di berbagai benua dan bahkan dikaitkan dengan pemicu awal revolusi Musim Semi Arab di Tunisia.

Pemblokiran Finansial dan Pendanaan

Sebagai respons terhadap rilis dokumen diplomatik AS, pada akhir 2010, berbagai institusi keuangan besar memblokir layanan mereka untuk WikiLeaks. Perusahaan seperti Visa, MasterCard, PayPal, dan Bank of America menghentikan pemrosesan donasi untuk organisasi tersebut. WikiLeaks menyebut tindakan ini sebagai "blokade perbankan di luar hukum" yang bertujuan untuk melumpuhkan operasi mereka secara finansial.

Untuk menyiasati blokade ini, WikiLeaks mulai menerima donasi dalam bentuk mata uang kripto Bitcoin, menjadi salah satu organisasi besar pertama yang mengadopsi teknologi ini. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan keuangan organisasi tetapi juga membantu mempopulerkan penggunaan mata uang digital terdesentralisasi sebagai alat perlawanan terhadap sensor finansial.

Kontroversi Pemilu AS 2016

Pada tahun 2016, WikiLeaks kembali menjadi pusat perhatian global dengan merilis ribuan email dari Komite Nasional Demokrat (DNC) dan manajer kampanye Hillary Clinton, John Podesta. Rilis ini mengungkap strategi internal partai dan konflik kepentingan yang memicu perpecahan di dalam Partai Demokrat selama pemilihan presiden Amerika Serikat 2016.

Badan-badan intelijen Amerika Serikat menyimpulkan bahwa dokumen-dokumen tersebut diperoleh oleh peretas yang berafiliasi dengan negara Rusia dan diberikan kepada WikiLeaks sebagai bagian dari upaya untuk memengaruhi hasil pemilu. Julian Assange secara konsisten membantah bahwa sumber dokumen tersebut adalah pemerintah Rusia, menegaskan prinsip WikiLeaks untuk tidak pernah mengungkap sumber. Insiden ini memicu debat etika yang kompleks mengenai peran penerbit dalam menyebarkan materi yang mungkin diperoleh melalui peretasan ilegal oleh aktor negara asing.

Kritik dan Isu Etika

Meskipun dipuji oleh para pendukung transparansi, WikiLeaks juga menghadapi kritik tajam terkait metode publikasinya. Kritik utama berpusat pada keputusan awal WikiLeaks untuk merilis dokumen mentah tanpa penyuntingan (redaksi) yang memadai. Berikut adalah beberapa poin kritik utama yang sering diajukan:

  1. Bahaya bagi Individu: Kritikus berpendapat bahwa rilis dokumen yang memuat nama informan lokal, jurnalis, dan aktivis di zona konflik dapat membahayakan nyawa mereka.
  2. Privasi: Publikasi email pribadi dan data medis warga sipil yang tidak memegang jabatan publik dianggap melanggar hak privasi.
  3. Agenda Politik: Beberapa pengamat menuduh WikiLeaks memilih waktu rilis dokumen secara strategis untuk merusak aktor politik tertentu, yang dianggap melanggar prinsip netralitas jurnalistik.

Penghargaan dan Pengakuan

Terlepas dari berbagai kontroversi, WikiLeaks dan Julian Assange telah menerima banyak penghargaan atas kontribusi mereka terhadap jurnalisme dan transparansi. Pengakuan ini sering kali datang dari organisasi hak asasi manusia dan kelompok kebebasan pers yang melihat WikiLeaks sebagai pelopor jurnalisme data modern. Beberapa penghargaan penting meliputi:

  1. The Economist New Media Award (2008)
  2. Amnesty International UK Media Award (2009)
  3. Sam Adams Award untuk integritas dalam intelijen (2010)
  4. Martha Gellhorn Prize for Journalism (2011)

Status Hukum Julian Assange

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, menghadapi tantangan hukum yang panjang dan kompleks. Pada tahun 2012, ia mencari suaka di Kedutaan Besar Ekuador di London untuk menghindari ekstradisi ke Swedia atas tuduhan kekerasan seksual, yang ia klaim sebagai dalih untuk diekstradisi ke Amerika Serikat. Ia tinggal di dalam kedutaan tersebut selama hampir tujuh tahun dalam kondisi isolasi yang semakin ketat.

Pada April 2019, suaka Assange dicabut oleh pemerintah Ekuador, dan ia ditangkap oleh polisi Metropolitan London. Ia kemudian ditahan di Penjara Belmarsh di Britania Raya sambil menghadapi proses ekstradisi ke Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS mendakwanya dengan 17 tuduhan di bawah Undang-Undang Spionase (Espionage Act) terkait dengan publikasi dokumen rahasia militer dan diplomatik, sebuah langkah yang dikhawatirkan banyak advokat kebebasan pers dapat menjadi preseden buruk bagi jurnalisme investigasi di masa depan.