Kalimat tidak langsung, atau yang dikenal juga sebagai reported speech atau indirect speech, merupakan sebuah cara untuk melaporkan apa yang dikatakan atau dipikirkan oleh seseorang tanpa harus mengutip kata-kata persisnya. Teknik ini sangat umum digunakan dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam tulisan, memungkinkan pembicara atau penulis untuk menyampaikan informasi dari sumber lain secara ringkas dan terintegrasi ke dalam narasi mereka sendiri. Perbedaan utama dengan kalimat langsung (direct speech) terletak pada penggunaan kutipan langsung dan perubahan tata bahasa yang seringkali menyertainya.
Pengertian dan Perbedaan dengan Kalimat Langsung
Kalimat langsung mengutip perkataan seseorang persis seperti yang diucapkan, biasanya diapit oleh tanda kutip. Contohnya: "Saya akan pergi ke pasar," kata Budi. Sebaliknya, kalimat tidak langsung melaporkan isi perkataan tersebut tanpa tanda kutip dan seringkali mengalami perubahan pada kata ganti, kala waktu, dan keterangan tempat atau waktu. Contoh kalimat tidak langsung dari kalimat di atas adalah: Budi mengatakan bahwa ia akan pergi ke pasar. Perubahan ini terjadi karena kalimat tidak langsung melaporkan perkataan dari perspektif orang ketiga, yang memisahkan peristiwa pelaporan dari peristiwa asli yang dilaporkan.
Mekanisme Perubahan dalam Kalimat Tidak Langsung
Perubahan utama dalam kalimat tidak langsung meliputi pergeseran kala waktu (tense shift), perubahan kata ganti (pronoun change), dan penyesuaian kata keterangan tempat dan waktu. Pergeseran kala waktu terjadi ketika kata kerja dalam klausa yang dilaporkan berubah ke kala waktu yang lebih lampau dibandingkan dengan kala waktu aslinya. Misalnya, present simple menjadi past simple, present continuous menjadi past continuous, dan seterusnya.
Pergeseran Kala Waktu (Tense Shift)
Pergeseran kala waktu adalah salah satu aspek paling fundamental dalam konversi dari kalimat langsung ke tidak langsung. Jika kata kerja pelapor (reporting verb) berada dalam kala lampau (misalnya, said, told, asked), maka kala waktu dalam klausa yang dilaporkan akan bergeser ke belakang.
- Present Simple menjadi Past Simple. Contoh:
- Langsung: "I am tired," she said.
- Tidak Langsung: She said that she was tired.
- Present Continuous menjadi Past Continuous. Contoh:
- Langsung: "They are playing football," he said.
- Tidak Langsung: He said that they were playing football.
- Present Perfect menjadi Past Perfect. Contoh:
- Langsung: "I have finished my homework," he said.
- Tidak Langsung: He said that he had finished his homework.
- Past Simple menjadi Past Perfect (jika tidak ada keraguan tentang urutan kejadian). Contoh:
- Langsung: "I went to the store," she said.
- Tidak Langsung: She said that she had gone to the store.
- Past Continuous menjadi Past Perfect Continuous. Contoh:
- Langsung: "We were studying," they said.
- Tidak Langsung: They said that they had been studying.
- Future Simple (will) menjadi Conditional Simple (would). Contoh:
- Langsung: "I will help you," he said.
- Tidak Langsung: He said that he would help me.
- Future Continuous (will be) menjadi Conditional Continuous (would be). Contoh:
- Langsung: "She will be waiting," he said.
- Tidak Langsung: He said that she would be waiting.
Pengecualian pada Pergeseran Kala Waktu
Pergeseran kala waktu tidak selalu terjadi. Ada beberapa situasi di mana kala waktu dalam kalimat tidak langsung tetap sama dengan kalimat langsung.
- Jika kata kerja pelapor berada dalam kala kini (present tense) atau masa depan (future tense). Contoh:
- Langsung: "I am happy," she says.
- Tidak Langsung: She says that she is happy.
- Jika pernyataan yang dilaporkan adalah fakta umum atau kebenaran universal. Contoh:
- Langsung: "The Earth revolves around the Sun," the teacher said.
- Tidak Langsung: The teacher said that the Earth revolves around the Sun.
- Jika kalimat langsung menggunakan past perfect atau past perfect continuous.
- Langsung: "I had already eaten," he said.
- Tidak Langsung: He said that he had already eaten.
Perubahan Kata Ganti (Pronoun Change)
Kata ganti orang (personal pronouns) dan kata ganti kepemilikan (possessive pronouns) harus disesuaikan agar sesuai dengan perspektif orang yang melaporkan. Kata ganti orang pertama (I, we) dan kedua (you) dalam kalimat langsung biasanya berubah menjadi orang ketiga (he, she, it, they) dalam kalimat tidak langsung, tergantung pada siapa yang berbicara dan siapa yang dilaporkan.
- Kata ganti orang:
- Langsung: "I am going," he said.
- Tidak Langsung: He said that he was going.
- Langsung: "You are late," she told me.
- Tidak Langsung: She told me that I was late.
- Kata ganti kepemilikan:
- Langsung: "This is my book," he said.
- Tidak Langsung: He said that that was his book.
Perubahan Kata Keterangan Tempat dan Waktu
Kata keterangan yang menunjukkan tempat dan waktu juga perlu disesuaikan ketika mengkonversi kalimat langsung ke tidak langsung, untuk mencerminkan perubahan perspektif dan waktu pelaporan.
- Contoh perubahan:
- this menjadi that
- these menjadi those
- here menjadi there
- now menjadi then
- today menjadi that day
- yesterday menjadi the day before atau the previous day
- tomorrow menjadi the next day atau the following day
- last week menjadi the week before atau the previous week
- next month menjadi the month after atau the following month
Kalimat Perintah dan Permintaan (Imperatives and Requests)
Untuk melaporkan kalimat perintah atau permintaan, biasanya digunakan kata kerja pelapor seperti tell, ask, order, command, diikuti oleh objek (jika ada) dan infinitif (to + verb).
- Contoh:
- Langsung: "Close the door!" he said.
- Tidak Langsung: He told me to close the door.
- Langsung: "Please help me," she asked.
- Tidak Langsung: She asked me to help her.
Kalimat Tanya (Questions)
Melaporkan kalimat tanya juga memiliki aturan tersendiri. Jika pertanyaan dimulai dengan kata tanya (wh- word) seperti who, what, where, when, why, how, maka kata tanya tersebut tetap digunakan di awal klausa yang dilaporkan. Jika pertanyaan adalah pertanyaan ya/tidak (yes/no question), maka digunakan konjungsi if atau whether. Urutan kata dalam klausa yang dilaporkan berubah menjadi seperti kalimat pernyataan (subjek diikuti predikat).
- Contoh pertanyaan dengan kata tanya:
- Langsung: "Where are you going?" he asked.
- Tidak Langsung: He asked where I was going.
- Contoh pertanyaan ya/tidak:
- Langsung: "Are you happy?" she asked.
- Tidak Langsung: She asked if I was happy.
Penggunaan Konjungsi "That"
Konjungsi that sering digunakan untuk memperkenalkan klausa yang dilaporkan dalam kalimat tidak langsung, terutama untuk jenis pernyataan. Namun, dalam bahasa Inggris lisan, that seringkali dihilangkan untuk membuat kalimat terdengar lebih ringkas.
Pentingnya Konteks dan Latihan
Memahami dan menguasai penggunaan kalimat tidak langsung memerlukan pemahaman yang baik tentang tata bahasa Inggris, termasuk kala waktu, kata ganti, dan struktur kalimat. Latihan yang konsisten melalui berbagai contoh dan skenario akan sangat membantu dalam mengaplikasikan aturan-aturan ini dengan tepat. Penguasaan kalimat tidak langsung merupakan keterampilan penting dalam komunikasi yang efektif, baik lisan maupun tulisan.
Kesimpulan
Kalimat tidak langsung adalah alat linguistik yang kuat untuk melaporkan ucapan atau pikiran orang lain. Dengan memahami mekanisme pergeseran kala waktu, perubahan kata ganti, serta penyesuaian kata keterangan, serta aturan spesifik untuk kalimat perintah, permintaan, dan pertanyaan, seseorang dapat secara akurat dan efektif menyampaikan informasi dari sumber lain dalam konteks narasi mereka sendiri.