Lompat ke isi

Nomina dapat dihitung dan tak dapat dihitung (Countable/Uncountable)

Dari Wiki Berbudi
Revisi sejak 14 Desember 2025 01.09 oleh Budi (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'Nomina dapat dihitung dan tak dapat dihitung, atau dalam terminologi linguistik dikenal sebagai kata benda dapat dihitung (countable nouns) dan kata benda tak dapat dihitung (uncountable nouns), merupakan salah satu konsep fundamental dalam morfologi dan sintaksis bahasa Inggris. Pemahaman mengenai perbedaan antara kedua jenis nomina ini sangat krusial untuk penggunaan artikel definite article dan indefinite article yang tepat, serta penggunaa...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Nomina dapat dihitung dan tak dapat dihitung, atau dalam terminologi linguistik dikenal sebagai kata benda dapat dihitung (countable nouns) dan kata benda tak dapat dihitung (uncountable nouns), merupakan salah satu konsep fundamental dalam morfologi dan sintaksis bahasa Inggris. Pemahaman mengenai perbedaan antara kedua jenis nomina ini sangat krusial untuk penggunaan artikel definite article dan indefinite article yang tepat, serta penggunaan kuantitasier seperti *much*, *many*, *few*, *little*, dan lain sebagainya. Kategori ini memengaruhi bagaimana kata benda tersebut diperlakukan dalam konstruksi kalimat, terutama dalam hal pluralisasi dan penentuan jumlah.

Definisi dan Karakteristik

Kata benda yang dapat dihitung (countable nouns) adalah kata benda yang merujuk pada objek, orang, atau konsep yang dapat dihitung secara individual. Karakteristik utamanya adalah kemampuannya untuk dibentuk dalam bentuk tunggal (singular) dan jamak (plural). Contohnya adalah *book* (buku) yang dapat menjadi *books* (buku-buku), *chair* (kursi) menjadi *chairs* (kursi-kursi), dan *student* (siswa) menjadi *students* (siswa-siswa). Kata benda ini dapat diikuti oleh angka (misalnya, *three books*) dan indefinite article (*a book*, *an apple*).

Kata benda tak dapat dihitung (uncountable nouns), di sisi lain, merujuk pada benda, zat, konsep abstrak, atau kumpulan yang tidak dapat dihitung secara individual. Mereka biasanya dianggap sebagai satu kesatuan atau massa. Kata benda ini umumnya hanya memiliki bentuk tunggal dan tidak dapat dibentuk menjadi jamak secara langsung dengan menambahkan "-s" atau "-es". Contohnya meliputi *water* (air), *sugar* (gula), *information* (informasi), *happiness* (kebahagiaan), dan *advice* (nasihat).

Identifikasi Kata Benda Dapat Dihitung

Salah satu cara untuk mengidentifikasi kata benda yang dapat dihitung adalah dengan melihat apakah kata benda tersebut dapat digunakan dalam bentuk jamak. Jika sebuah kata benda dapat memiliki akhiran "-s" atau "-es" untuk menunjukkan lebih dari satu, maka kemungkinan besar itu adalah kata benda yang dapat dihitung. Selain itu, kata benda yang dapat dihitung dapat diikuti oleh angka.

  1. Dapat membentuk bentuk jamak: *car* -> *cars*, *house* -> *houses*.
  2. Dapat diikuti oleh angka: *one apple*, *two apples*, *three apples*.
  3. Dapat didahului oleh *a* atau *an*: *a pen*, *an eraser*.

Identifikasi Kata Benda Tak Dapat Dihitung

Kata benda tak dapat dihitung seringkali merujuk pada substansi atau materi (*sand*, *milk*, *wood*), konsep abstrak (*knowledge*, *freedom*, *excitement*), atau kumpulan benda yang dianggap sebagai satu kesatuan (*furniture*, *luggage*, *money*). Kata benda ini tidak dapat dihitung secara terpisah.

  1. Umumnya tidak memiliki bentuk jamak: *rice* (bukan *rices*), *music* (bukan *musics*).
  2. Tidak dapat diikuti oleh angka secara langsung: *three waters* (salah, seharusnya *three bottles of water* atau *three glasses of water*).
  3. Tidak dapat didahului oleh *a* atau *an* secara langsung: *a rice* (salah).

Kuantitasier dengan Kata Benda Dapat Dihitung

Untuk menyatakan jumlah kata benda yang dapat dihitung, kita menggunakan kuantitasier tertentu yang spesifik untuk bentuk jamak. Kuantitasier ini membantu memberikan informasi mengenai "berapa banyak" dari kata benda tersebut.

  1. *Many*: digunakan untuk jumlah yang besar (dalam pertanyaan dan kalimat negatif). Contoh: *How many students are there?* *I don't have many friends.*
  2. *Few*: digunakan untuk jumlah yang kecil (seringkali menyiratkan "tidak cukup"). Contoh: *There are few opportunities left.*
  3. *A few*: digunakan untuk jumlah yang kecil tetapi cukup. Contoh: *I have a few books to read.*
  4. *Several*: digunakan untuk beberapa, lebih dari dua tetapi tidak banyak. Contoh: *Several people attended the meeting.*

Kuantitasier dengan Kata Benda Tak Dapat Dihitung

Kata benda tak dapat dihitung memerlukan kuantitasier yang berbeda, yang menekankan pada kuantitas atau volume daripada jumlah individu.

  1. *Much*: digunakan untuk jumlah yang besar (dalam pertanyaan dan kalimat negatif). Contoh: *How much sugar do you need?* *She doesn't have much patience.*
  2. *Little*: digunakan untuk jumlah yang kecil (seringkali menyiratkan "tidak cukup"). Contoh: *There is little hope.*
  3. *A little*: digunakan untuk jumlah yang kecil tetapi cukup. Contoh: *I need a little help.*
  4. *Some* dan *any*: dapat digunakan untuk kedua jenis kata benda, tergantung konteksnya.

Penggunaan *Some* dan *Any*

  • Some* dan *any* adalah kuantitasier yang fleksibel dan dapat digunakan dengan kata benda dapat dihitung (dalam bentuk jamak) dan kata benda tak dapat dihitung.
  1. *Some*: Umumnya digunakan dalam kalimat positif dan tawaran.
    • Dengan kata benda jamak: *I saw some birds.*
    • Dengan kata benda tak dapat dihitung: *I need some advice.*
  1. *Any*: Umumnya digunakan dalam kalimat negatif dan pertanyaan.
    • Dengan kata benda jamak: *Are there any apples?* *I don't have any pens.*
    • Dengan kata benda tak dapat dihitung: *Is there any milk left?* *I don't want any information.*

Mengubah Kata Benda Tak Dapat Dihitung Menjadi Dapat Dihitung

Dalam beberapa kasus, kata benda yang secara inheren tidak dapat dihitung dapat "diubah" menjadi dapat dihitung dengan menggunakan satuan ukuran atau wadah. Ini adalah strategi linguistik yang umum untuk memecah massa menjadi unit-unit yang dapat dihitung.

  1. Menggunakan satuan ukuran: *a piece of advice*, *a glass of water*, *a loaf of bread*.
  2. Menggunakan wadah: *a bottle of wine*, *a box of chocolates*, *a cup of coffee*.

Dalam konstruksi ini, *piece*, *glass*, *loaf*, *bottle*, *box*, dan *cup* menjadi kata benda yang dapat dihitung, sedangkan *advice*, *water*, *bread*, *wine*, *chocolates*, dan *coffee* tetap tidak dapat dihitung.

Contoh Kata Benda yang Seringkali Menjadi Perdebatan

Beberapa kata benda dapat menimbulkan kebingungan karena penggunaannya dapat bervariasi tergantung konteks atau variasi bahasa.

  1. *Hair*: Secara umum dianggap tak dapat dihitung ketika merujuk pada keseluruhan rambut di kepala seseorang (*She has long hair*). Namun, bisa dihitung jika merujuk pada helai rambut individual (*There are three hairs in my soup*).
  2. *Time*: Merujuk pada konsep waktu secara umum adalah tak dapat dihitung (*Time flies*). Namun, ketika merujuk pada kejadian atau kesempatan, ia menjadi dapat dihitung (*How many times have you seen this movie?*).
  3. *Paper*: Merujuk pada materi kertas secara umum adalah tak dapat dihitung (*I need paper to write on*). Namun, ketika merujuk pada dokumen atau surat kabar, ia menjadi dapat dihitung (*Please sign this paper*, *I read the paper this morning*).

Implikasi Tata Bahasa

Perbedaan antara kata benda dapat dihitung dan tak dapat dihitung memiliki implikasi langsung pada konkordansi subjek-verba. Kata benda tunggal (baik dapat dihitung maupun tak dapat dihitung) memerlukan kata kerja tunggal, sedangkan kata benda jamak (hanya kata benda dapat dihitung) memerlukan kata kerja jamak.

  1. Kata benda tunggal dapat dihitung: *The book is on the table.*
  2. Kata benda tak dapat dihitung: *The information is useful.*
  3. Kata benda jamak dapat dihitung: *The books are on the table.*

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara nomina dapat dihitung dan tak dapat dihitung adalah aspek penting dari penguasaan bahasa Inggris. Kategori ini tidak hanya memengaruhi pilihan kata benda itu sendiri, tetapi juga cara kita menggunakan artikel, kuantitasier, dan kata kerja, yang semuanya berkontribusi pada kejelasan dan ketepatan komunikasi. Latihan dan paparan terhadap berbagai penggunaan kata benda akan membantu memperkuat pemahaman tentang konsep ini.