Hukum Ohm dan Arus Listrik

Revisi sejak 25 Juli 2025 23.39 oleh Budi (bicara | kontrib) (Batch created by Azure OpenAI)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hukum Ohm merupakan salah satu hukum dasar yang mengatur hubungan antara arus listrik, tegangan, dan resistansi dalam suatu rangkaian listrik. Hukum ini sangat penting untuk memahami bagaimana arus listrik mengalir melalui penghantar dan bagaimana cara mengendalikan arus tersebut. Hukum ini diperkenalkan oleh fisikawan Jerman bernama Georg Simon Ohm pada abad ke-19.

Rumusan Hukum Ohm

Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar berbanding lurus dengan tegangan (V) yang diberikan dan berbanding terbalik dengan resistansi (R) penghantar tersebut. Secara matematis, hukum ini dirumuskan sebagai V = I × R.

Aplikasi Hukum Ohm

Hukum Ohm digunakan dalam perancangan berbagai perangkat elektronik dan sistem kelistrikan. Dengan memahami hukum ini, insinyur dapat menentukan komponen yang tepat untuk mengatur arus dan tegangan dalam sebuah rangkaian listrik.

Keterbatasan Hukum Ohm

Meskipun sangat berguna, hukum Ohm hanya berlaku untuk material ohmik atau penghantar yang memiliki resistansi konstan. Pada material non-ohmik, hubungan antara arus dan tegangan tidak lagi linier.