GNOME

Revisi sejak 19 November 2025 02.32 oleh Budi (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi 'GNOME adalah sebuah lingkungan desktop bebas dan sumber terbuka yang dirancang untuk sistem operasi Unix-like, seperti GNU/Linux dan BSD. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan antarmuka pengguna grafis yang modern, mudah digunakan, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan pengguna. GNOME dikembangkan sebagai bagian dari proyek GNU dan mengikuti prinsip-prinsip perangkat lunak bebas sesuai lisensi GPL dan G...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

GNOME adalah sebuah lingkungan desktop bebas dan sumber terbuka yang dirancang untuk sistem operasi Unix-like, seperti GNU/Linux dan BSD. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan antarmuka pengguna grafis yang modern, mudah digunakan, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan pengguna. GNOME dikembangkan sebagai bagian dari proyek GNU dan mengikuti prinsip-prinsip perangkat lunak bebas sesuai lisensi GPL dan LGPL. Lingkungan ini banyak digunakan sebagai antarmuka default pada berbagai distribusi Linux populer karena kesederhanaan, konsistensi desain, dan integrasi aplikasinya.

Sejarah

Proyek GNOME dimulai pada tahun 1997 oleh Miguel de Icaza dan Federico Mena sebagai alternatif dari lingkungan desktop KDE, yang pada saat itu menggunakan pustaka Qt yang belum sepenuhnya berlisensi bebas. GNOME menggunakan pustaka GTK (GIMP Toolkit) yang berlisensi LGPL, sehingga dapat digunakan pada proyek bebas maupun proprietary. Versi pertama GNOME dirilis pada tahun 1999 dan sejak itu mengalami banyak pembaruan besar yang membawa perubahan signifikan pada antarmuka dan fungsionalitasnya.

Fitur Utama

GNOME menawarkan sejumlah fitur yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan pengguna, antara lain:

  1. Antarmuka yang sederhana dan minimalis dengan fokus pada kemudahan navigasi.
  2. Integrasi yang baik dengan aplikasi inti seperti Nautilus (pengelola berkas), GNOME Terminal, dan GNOME Files.
  3. Dukungan penuh untuk aksesibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan khusus.
  4. Sistem notifikasi yang terintegrasi dan panel aktivitas untuk manajemen jendela.
  5. Dukungan untuk ekstensi yang memungkinkan kustomisasi perilaku dan tampilan desktop.

Arsitektur

Lingkungan desktop GNOME dibangun di atas sejumlah komponen inti, termasuk:

  1. Mutter sebagai window manager dan compositing window manager.
  2. GNOME Shell sebagai antarmuka pengguna utama.
  3. GTK sebagai pustaka antarmuka grafis.
  4. D-Bus untuk komunikasi antarproses.
  5. GLib sebagai pustaka utilitas dasar.

GNOME Shell

GNOME Shell diperkenalkan pada GNOME 3 sebagai pengganti panel tradisional GNOME 2. Shell ini mengintegrasikan manajemen jendela, peluncuran aplikasi, dan area notifikasi ke dalam satu antarmuka yang diakses melalui tombol "Activities". Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan fokus pengguna dan meminimalkan gangguan.

Versi dan Rilis

GNOME memiliki siklus rilis reguler setiap enam bulan, dengan versi stabil yang diberi nomor berdasarkan tahun dan urutan rilis. Setiap rilis membawa pembaruan fitur, perbaikan bug, dan peningkatan kinerja. Beberapa rilis penting antara lain GNOME 2 yang populer di awal tahun 2000-an, GNOME 3 yang memperkenalkan GNOME Shell, dan GNOME 40 yang membawa perubahan besar pada tata letak antarmuka.

Ekstensi dan Kustomisasi

Meskipun GNOME dikenal dengan desain minimalisnya, pengguna dapat memanfaatkan ekstensi untuk menambahkan fungsi atau mengubah perilaku desktop. Ekstensi dapat diunduh melalui situs resmi GNOME Extensions dan dikelola langsung dari browser web atau aplikasi pengaturan.

Distribusi yang Menggunakan GNOME

Beberapa distribusi Linux yang menjadikan GNOME sebagai lingkungan desktop bawaan antara lain:

  1. Fedora
  2. Debian
  3. Ubuntu (sejak versi 17.10, menggantikan Unity)
  4. Red Hat Enterprise Linux
  5. openSUSE

Dampak pada Ekosistem Perangkat Lunak Bebas

GNOME berperan penting dalam perkembangan perangkat lunak bebas dengan menyediakan platform konsisten bagi pengembang aplikasi. Standar antarmuka dan pedoman desain GNOME mendorong terciptanya aplikasi yang konsisten secara visual dan fungsional di berbagai distribusi.

Kritik dan Kontroversi

Sejak diperkenalkannya GNOME 3, sebagian pengguna mengkritik perubahan radikal pada antarmuka yang dianggap mengurangi efisiensi kerja. Namun, pendukung GNOME berpendapat bahwa desain baru ini lebih modern dan sesuai dengan tren perangkat komputasi masa kini, termasuk integrasi dengan layar sentuh.

Organisasi dan Pengembangan

Pengembangan GNOME dikoordinasikan oleh GNOME Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mengatur sumber daya, infrastruktur, dan kegiatan komunitas. GNOME Foundation juga mengadakan acara tahunan seperti GUADEC (GNOME Users And Developers European Conference) untuk mempertemukan pengguna dan pengembang.

Lisensi

Sebagian besar komponen GNOME dirilis di bawah lisensi GPL atau LGPL, yang memungkinkan pengguna untuk memodifikasi dan mendistribusikan ulang perangkat lunak sesuai syarat lisensi tersebut. Hal ini memastikan GNOME tetap menjadi proyek bebas yang dapat diakses dan dikembangkan oleh siapa saja.

Masa Depan

Tim pengembang GNOME terus merencanakan inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk optimalisasi kinerja, dukungan untuk perangkat baru, dan peningkatan integrasi dengan layanan daring. Dengan komunitas global yang aktif, GNOME diperkirakan akan tetap menjadi salah satu lingkungan desktop utama dalam ekosistem perangkat lunak bebas selama bertahun-tahun mendatang.